Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) perkuat kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui penyerahan beasiswa unggulan, lowongan program magang mahasiswa dan dosen dalam manajemen keuangan dan resolusi bank serta pemberian 60 unit komputer kepada Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM. Kerja sama ini diharapkan dapat membina para talenta unggul masa depan serta memajukan riset ekonomi berbasis data melalui kerjasama akademik strategis.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., mengatakan dukungan LPS untuk pendidikan menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis dengan kedua universitas. Ia menyebutkan, saat ini terdapat 44 mahasiswa magang di LPS, serta terdapat program magang selama satu bulan yang diperuntukkan oleh dosen muda sebagai bentuk pemberian pengalaman langsung tentang proses pengambilan keputusan dan manajemen solusi bank. “Jadi mereka betul-betul mendapatkan ilmu dan mendapatkan first hand experience,” tuturnya, Jumat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.
Soal penentuan alokasi beasiswa ini dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan jumlah rekening, jumlah alumni yang bekerja di LPS, serta program khusus yang dimiliki oleh perguruan tinggi. Adapun premi yang dikelola oleh LPS dapat diinvestasikan untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang diharapkan dapat langsung memperkuat kualitas pendidikan dan menciptakan ekosistem kampus yang lebih baik lagi bagi mahasiswa. Menurutnya program beasiswa ini menjadi bagian dari komitmen LPS untuk memberikan dampak nyata melalui pemanfaatan dana sosial yang dikelola secara profesional. “Jadi mereka (mahasiswa) juga mendapatkan skill yang bagus, serta infrastruktur yang mendukung. Intinya penentuan dana sosial dan kemitraan ini harus terukur dan dilakukan secara objektif,” tuturnya.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerjasama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang telah memberikan beasiswa, lowongan magang, sekaligus infrastruktur pendidikan berupa 60 unit komputer untuk Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM. Ia menuturkan program ini sangat penting agar mahasiswa dapat mengenal dunia kerja secara nyata, khususnya pada bidang keuangan.
Ia menekankan bahwa riset adalah ‘napas’ perguruan tinggi, sehingga ia berharap LPS dapat menjadi ‘laboratorium’ bagi peneliti di perguruan tinggi untuk mempelajari kasus-kasus terbaru di bidang inovasi keuangan melalui kolaborasi riset yang strategis. “Harapannya kita bisa berkolaborasi lebih lanjut, kerjasama riset, kerjasama pendidikan, hingga kerjasama yang bisa kita bangun bersama-sama,” ujarnya.
Selain penyerahan beasiswa, juga dilaksanakan penandatanganan dokumen riset oleh Seto Wardono, selaku Direktur Grup Riset LPS dengan UGM yang diwakili oleh Elan Satriawan,M.Ec., Ph.D., dan UNS yang diwakili oleh Prof. Irwan Trinugroho. Selanjutnya kegiatan disambung dengan penyerahan simbolis beasiswa LPS kepada perwakilan mahasiswa angkatan ketiga pada tahun 2026. Beasiswa utama LPS ini merupakan beasiswa unggulan, dengan mahasiswa mendapatkan uang bantuan UKT dan uang saku senilai 9 juta per semesternya.
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
