Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) sukses menyelenggarakan Summer School Global Logistics and Supply Chain Management 2026. Rangkaian kegiatan dimulai 1-12 Juni 2026 lalu diikuti 16 mahasiswa dari Singapura, 10 mahasiswa dari Austria, dan 10 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia.
Program ini melibatkan dosen, praktisi, dan peserta dari berbagai institusi untuk berdiskusi mengenai tantangan logistik global, perdagangan internasional, hingga keberlanjutan industri dan sistem pangan. Kegiatan Summer School tersebut menjadi bentuk kolaborasi akademik lintas negara yang menghadirkan perspektif global dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasok.
Diselenggarakan selama 12 hari tersebut, turut menggandeng The Logistics Institute – Asia Pacific (TLIAP), National University of Singapore (NUS) dan University of Applied Sciences Upper Austria. Penutupan program berlangsung dengan haru, dihadiri oleh perwakilan NUS, mitra industri, dan mahasiswa peserta lintas negara.
Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo selaku Penanggung Jawab Program menyampaikan harapan dan rasa terima kasih kepada 36 mahasiswa peserta lintas negara yang hadir di Auditorium Kamarijani-Soenjoto pada Jumat sore (12/6) kemarin. Ia berharap agar para peserta dapat kembali pulang dengan mengantongi kawan baru, ilmu, dan motivasi untuk membangun rantai pasok yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kuncoro juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi pada kelancaran kegiatan.
Associate Professor Tan Kok Choon selaku perwakilan NUS turut menyampaikan hal senada. Ia berharap agar para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk karir masa depan mereka. Summer School tersebut merupakan wadah bagi mereka untuk belajar secara langsung dari industri, bukan hanya sebatas menyimak pelajaran di dalam kelas. “Teori dalam buku akan sama seperti awal ditulis, tetapi menghadapi dinamika operasional di lapangan adalah pengalaman yang akan selalu relevan dan menjadikannya sangat berharga,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko,S.Si., M.Sc., mengharapkan, pengetahuan yang didapat peserta dari visitasi UMKM, field work, dan dialog, dapat memberi sudut pandang baru, sehingga mereka bisa kembali di Indonesia dan turut berkontribusi pada penyelesaian tantangan distribusi operational yang sangat tinggi sebagai negara kepulauan.
Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, menyampaikan apresiasi kepada mitra industri yang telah mendukung terselenggaranya acara. Bagi Eni, pertemanan dan relasi yang didapat dari Summer Course tersebut sama berharganya dengan pelajaran di dalam kelas. Fakultas Teknologi Pertanian UGM akan menyambut baik program-program tahun depan dan siap untuk kolaborasi selanjutnya.“Semoga para peserta sekalian bisa menjadi pemimpin di masa depan yang berkontribusi pada kekuatan, keberlanjutan, dan inovasi rantai pasok untuk menghadapi tantangan global,” tutupnya.
Selama mengikuti summer school, para peserta mengikuti beberapa studi kasus yang diberikan kepada peserta adalah dengan mengunjungi mitra UMKM FTP UGM, meliputi Attempe, Coklat Ndalem, dan Batik Paradise. Seremoni penutupan tersebut turut dimeriahkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Rampoe yang menampilkan tarian khas Aceh dan disambung penampilan dari masing-masing kelompok mahasiswa peserta.
Penulis/Foto : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
