Tim Mahasiswa KKN PPM UGM Peduli Bencana yang didampingi oleh Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Dr. Arie Sujito diterima langsung oleh perwakilan pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan tokoh masyarakat setempat, Minggu (1/2), di Posko Media Center Kabupaten Pidie Jaya. Dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat berharap dengan kehadiran mahasiswa ini bisa membantu warga Aceh yang terdampak bencana yang umumnya sebagai pertani saat ini kehilangan pekerjaannya karena lahan sawah mereka tertutup oleh tanah, batu dan kayu.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pidie Jaya, Saiful, M.Pd, mengatakan kehadiran mahasiswa KKN UGM ini bisa memberikan ruang dan pengaruh besar bagi masyarakat di lokasi pengabdiannya. “Kami dari pemerintah sangat bersyukur sekali. Mudah mudahan masyarakat bisa terbantu dan bangkit,” katanya.
Soal jumlah kerusakan, Saiful menyebutkan sampai saat ini jumlah kerusakan di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 17 ribu lebih mulai dari rumah, lahan pertanian, sarana dan prasarana hingga infrastruktur sehingga berdampak pada lumpuhnya ekonomi warga serta hilangnya pekerjaan. “Saya kira ini bisa berdampak meningkatkan angka kemiskinan di pidie jaya,” ungkapnya.
Ia berharap dengan kehadiran mahasiswa KKN PPM UGM Peduli bencana ini, masyarakat bisa mendapatkan pencerahan bagi masyarakat terkait upaya dan strategi baru membangkitkan sektor tertentu bagi masyarakat agar ekonomi bisa tumbuh kembali
Hal senada juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Pidie Jaya, Kamarudin Andalah. Alumnus UGM ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih karena pihak UGM memberikan perhatian dan kepedulian pada masyarakat Aceh yang terkena dampak bencana. “Kehadiran mahasiswa KKN semoga dapat memberikan pencerahan dan harapan baru. Dari berbagai pelayanan dasar dan harapan hidup mulai terkendala, dengan kehadiran mahasiswa dipandu dosen dan wakil rektor, memberikan harapan baru menuju kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang,” paparnya,
Dalam diskusi dengan mahasiswa KKN, Kamarudin, menuturkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana kali ini justru lebih besar. “Pasca bencana tsunami (2004) masyarakat tidak makan hanya sehari, namun bencana ini, masyarakat yang kena bencana kesulitan makan berminggu-minggu,” katanya.
Ia menyebutkan, wilayah Aceh yang terkena dampak bencana sebanyak 18 kabupaten dari 23 kabupaten/kota. Namun yang terparah diantaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Bener Meriah. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, dari 8 kecamatan terdapat 6 kecamatan yang terkena dampak. “Dua kecamatan yang terparah yakni Meurah 2 dan Bandar 2,” paparnya
Hingga saat ini, kata Kamarudin, kondisi sarana dan pelayanan publik, baik di bidang pendidikan dan kesehatan serta sarana umum lainnya bisa dikatakan lumpuh terkena dampak bencana. Oleh karenanya, ia mengharapkan mahasiswa bisa membantu masyarakat Pidie jaya yang mayoritas bekerja sebagai petani kehilangan pekerjaan karena lahan sawah dan kebun mereka tertutup oleh tanah, batu dan pasir. “Saya selaku warga Pidie Jaya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan menyampaikan apresiasi, ada panggilan jiwa dan semangat kalian untuk membantu sesama warga indonesia,” katanya.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Arie Sujito, menuturkan kehadiran mahasiswa KKN PPM UGM sebanyak 30 orang ini akan ditempatkan di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Utara sebagai bagian dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang terkena dampak bencana di Aceh. “Mahasiswa KKN ini bersama dosen akan berupaya membantu masyarakat dengan menghubungkan dari program lain yang sudah dikerjakan oleh tim kelompok kerja UGM dalam upaya mempercepat proses pemulihan,” jelasnya.
Dikatakan Arie, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mendorong proses pemulihan ekonomi dan psikologi masyarakat pasca bencana kali ini, sehingga membutuhkan peran dari berbagai pihak. “Teman-teman dari UGM terus berupaya membuat program bisa mempercepat dan mengurangi beban masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, setelah dua bulan dilanda bencana banjir dan tanah longsor, berdasarkan data dari Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, terdapat sebanyak 91.663 jiwa dari 24.280 kepala keluarga (KK) di Aceh masih bertahan di pengungsian. Kondisi ini menandakan bahwa Aceh belum pulih dari dampak bencana dan banyak masyarakat masih terjebak dalam tenda pengungsian hingga dua bulan lamanya. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu membantu masyarakat untuk bangkit kembali dan memberikan bantuan psikososial. Sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum., mengatakan bahwa mahasiswa KKN PPM UGM telah dibekali pembelajaran terkait tugas utama yang akan dilaksanakan di lokasi. Pembekalan terdiri dari pembangunan Hunian Sementara (Huntara), sanitasi, energi, pengadaan listrik, dan psikososial.
Penulis : Gusti Grehenson
