Mahasiwa KKN PPM UGM unit Gumilang Gunem melakukan sosialisasi pengenalan teknologi sederhana pembakar sampah minim polusi asap di Desa Panohan Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan sosialisasi dan demo penggunaan alat insinerator sederhana ini sebagai solusi dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah skala desa dengan menggunakan alat dan bahan yang cukup sederhana dengan bata ringan, semen, pasir dan besi.
Hafiz Dika Maulana, selaku anggota tim KKN UGM mengatakan kegiatan sosialisasi teknologi insinerator ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Kepala Desa Panohan, Amir Fuad beserta perangkat dan masyarakat Desa Panohan. “Sosialisasi dan demo penggunaan insinerator oleh mahasiswa UGM bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa mengenai fungsi, cara kerja, dan manfaat insinerator dalam pengelolaan sampah, yang kemudian akan disosialisaikan ke masyarakat luas di desa,” kata Hafiz dalam keterangan yang dikirim Selasa, (3/2).
Dalam kegiatan, ini para mahasiswa KKN UGM yaitu Muhammad Yassir Faruq Arzamy, Hafiz Dika Maulana, dan Kemal Firdaus Ahmad memberikan penjelasan dan praktik langsung penggunaan insinerator. “Insinerator ini berfungsi untuk membakar sampah secara lebih sempurna, sehingga volume sampah berkurang secara signifikan dan polusi dari sisa pembakaran dapat diminimalkan, yang pada akhirnya mendukung kebersihan serta kesehatan lingkungan desa,” ujar Hafiz.
Kepala Desa Panohan, Amir Fuad menyambut baik inovasi teknologi sederhana karya mahasiswa KKN UGM. Ia sangat berharap kehadiran teknologi sederhana ini membantu warga masyarakat Desa Panohan dalam mengelola sampah. “Kami menyambut baik adik-adik KKN UGM mengenalkan dan langsung mempraktikkan insinerator, pembakar sampah minim asap ini. Terima kasih karena alat ini bermanfaat memberikan alternatif pemakaran sampah yang lebih aman, dengan asap yang terkendali. Sehingga tidak mengganggu pernafasan orang-orang sekitarnya,” ungkapnya.
Selain soal pengelolaan sampah, Tim KKN UGM Gumilang Gunem juga melaksanakan kegiatan pengabdian berupa penyelenggaraan Festival Sains Di SD Negeri Demaan. Dengan kegiatan ini diharapkan membawa para siswa SD Negeri Damaan tidak hanya belajar sains di buku, namun bisa praktek secara langsung di lapangan. Beberapa kegiatan sains yang dilakukan diantaranya praktik reaksi kimia saat terjadi letusan gunung berapi, cerdas cermat matematika dan ilmu pengetahuan alam dalam format kompetisi, dan pembuatan roket air yang dirakit dari botol plastik bekas, pipa PVC, dan pompa.
Sebagian besar siswa mengaku senang melihat praktik langsung bidang sains di lapangan. Bagi mereka praktik sains ini sebagai pengalaman pertama sehingga bisa melihat langsung konsep fisika bekerja secara nyata. Seperti roket yang meluncur lurus atau justru berbelok yang menurut mereka bisa menjadi bahan diskusi bersama. Para mahasiswa KKN UGM pun memberikan kebebasan para siswa bereksperimen sehingga jika terjadi kekeliruan maka kesalahan tersebut tidak langsung dikoreksi, melainkan menjadikan pintu masuk untuk berdiskusi. “Dari situlah, konsep reaksi kimia sederhana diperkenalkan bukan sebagai hafalan, melainkan sebagai proses yang dapat diamati,” ujar Ananda Shabrina Putri Gunawan selaku koordinator Desa Demaan Tim KKN Gumilang Gunem.
Ananda Shabrina mengatakan festival dirancang untuk mematahkan anggapan bahwa sains adalah pelajaran yang kaku. Para mamahasiswa berkeinginan agar para siswa SD Damaan merasakan prosesnya. “Biar saja mereka mencoba, salah, lalu mencoba lagi. Dari situ, rasa ingin tahu tumbuh,” imbuhnya.
Shodiq Mulyo selaku Kepala SD Negeri Demaan mengaku bersyukur dengan kegiatan praktik sains untuk para siswa. Pihak sekolah menilai pendekatan praktik seperti ini memberi warna baru dalam pembelajaran. “Metode eksperimen ini, dan kompetisi yang diselenggarakan mahasiswa KKN UGM membuat siswa lebih berani bertanya dan menyampaikan pendapat,” terangnya.
Festival Sains SD Demaan dan Pengelolaan sampah dengan penggunaan Insinerator merupakan bagian dari program unggulan KKN PPM UGM Gumilang Gunem di Kecamatan Gunem. Dr. Sailal Arimi, M.Hum, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tim Gumilang Gunem mengaku merasa senang karena ilmu yang dipelajari di kampus dipraktikkan langsung oleh para mahasiswa kepada siswa-siswa di Demaan. Dari 120 program kerja mahasiswa, dan masing-masing mahasiswa mengajukan 5 program kerja. Sementara jumlah mahasiswa UGM yang terjun KKN di Kecamatan Gunem sebanyak 24 mahasiswa.
Beberapa program kegiataan lain yang dilaksanakan antara lain membuat pemetaan potensi UMKM desa, pembuatan konten wisata religi di Panohan, sosialisasi bahaya cyberbullying, penyuluhan bahaya narkoba dan rokok, pembuatan tepung mocaf, dan peningkatan literasi dengan menulis surat pada pemimpin negara. “Saya bersyukur karena para mahasiswa belajar sekaligus menerapkan pengetahuannya, berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan semoga masyarakat mendapatkan manfaat dari kerja-kerja para mahasiswa KKN UGM,” ucapnya.
Sailal Arimi menuturkan program kerja yang diusung tim KKN Gumilang Gunem menangkap momen permasalahan yang urgen terjadi di masyarakat. Pasalnya, persoalan sampah merupakan salah satu mata rantai terjadinya musibah banjir, polusi udara, pemandangan yang kotor dan lain-lain. “Dengan insinerator ini, semoga masyarakat yang terbiasa membakar sampah bisa terbantukan dengan penggunaan alat ini. Untuk Festival Sains di SD Demaan, kita semua berharap mampu membawa sains keluar dari buku dan masuk ke pengalaman langsung para siswa sekolah dasar,” imbuhnya.
Penulis : Agung Nugroho
