Universitas Gadjah Mada ikut berpartisipasi di ajang Konferensi dan Pameran pendidikan Asia Pacific Association for International Education (APAIE) 2026, 23-27 Februari 2026 di Hongkong. Keikutsertaan UGM di ajang ini dalam rangka menjalin kemitraan baru sekaligus membangun inisiatif berbagai kolaborasi untuk membentuk masa depan pendidikan tinggi.
Di konferensi APAIE kali ini, dihadiri langsung oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D bersama Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt, serta Direktur Penelitian, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc. Ketiganya secara aktif berinteraksi dengan para pemimpin global untuk menjalin berbagai kemungkinan kerja sama baru.
Dalam presentasinya, Ova Emilia menjelaskan secara gamblang soal profil pendidikan di masa depan. Bagaimana tantangan pendidikan saat ini dihadapkan pada persoalan mempersiapkan mahasiswa di tengah dunia yang penuh disrupsi. Dalam paparannya, Rektor membagikan visi UGM mengembangkan model pendidikan transformatif. Menurutnya, pendidikan untuk masa depan bertujuan untuk membangun pembelajar yang tangguh yang dapat beradaptasi, berpikir kritis, dan berkolaborasi dengan mitra di seluruh dunia untuk mengatasi tantangan bersama, mulai dari pembangunan berkelanjutan hingga etika teknologi. “UGM sendiri merancang kurikulum dengan cara yang memprioritaskan kesehatan mental mahasiswa , memastikan mereka memiliki ketahanan emosional untuk menghadapi kompleksitas dunia modern,” terang Rektor, Jum’at (27/12).

Menurut Ova, kehadiran UGM di APAIE 2026 didorong oleh visi strategis yang jelas yaitu untuk memperluas dan memperdalam jaringan aliansi internasionalnya. Universitas ini secara aktif berupaya mengembangkan program akademik inovatif, proyek penelitian bersama, dan menciptakan inisiatif pengabdian masyarakat yang berdampak dengan lembaga mitra, badan pemerintah, dan pemimpin universitas dari seluruh dunia. “Keterlibatan proaktif di APAIE 2026 ini menegaskan kembali posisi UGM sebagai kekuatan terdepan dalam membentuk lanskap pendidikan yang lebih kolaboratif dan berorientasi masa depan di kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya,” ujarnya.
Sementara Puji Astuti yang turut menjadi pembicara di APAIE, menjelaskan soal Seri Pembaruan Regional: Indonesia, Malaysia, Vietnam. Dalam sesi tersebut, ia membagikan indikator kunci untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berdampak di Indonesia. “Agar pendidikan tinggi benar-benar berdampak, ia harus dibangun di atas tiga pilar yaitu menyediakan akses yang adil terhadap pendidikan berkualitas tinggi, melakukan penelitian dan inovasi yang secara langsung menjawab kebutuhan sosial, dan menjaga standar integritas tertinggi dalam tata kelola,” paparnya.
Di sela kegiatan Asia Pacific Association for International Education (APAIE), UGM ikut berpartisipasi dalam pameran pendidikan. Dalam ajang ini, UGM membuka stan bersama di paviliun “Belajar di Indonesia”, dan melalui ruang pameran kolaboratif bersama perguaun tinggi lain dari Indonesia dalam mempromosikan prodi yang ada di pergruuan tinggi masing-masing. Kegiatan ini sebagai ajang untuk menarik kemitraan lintas kawasan antar perguruan tinggi.
Penulis : Agung Nugroho
Foto : Dok. DKRG
