Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., memulai kunjungan kerja di Universitas Gadjah Mada pada Jumat pagi (13/2) dengan jalan sehat di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK). Menteri beserta Rektor dan jajarannya melakukan peninjauan GIK untuk melihat langsung pengembangan ekosistem inovasi dan kolaborasi riset yang terbuka tidak hanya untuk sivitas UGM, tetapi juga untuk mitra industri. Momentum tersebut menjadi ruang dialog mengenai penguatan peran perguruan tinggi dalam mendorong sains dan teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
Brian juga mengamati perkembangan infrastruktur dan atmosfer akademik UGM secara keseluruhan. Ia melihat dinamika kampus yang aktif, terbuka, serta ditopang oleh sumber daya manusia yang kuat. Lingkungan belajar yang representatif dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing lulusan di tingkat global. Penguatan riset dan inovasi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pengembangan kualitas institusi. “UGM sangat bagus, saya sangat kagum melihat kampus yang sudah begitu maju, mirip kampus-kampus top dunia di luar negeri,” ia berujar.

Kunjungan Menteri dilanjutkan ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) untuk meninjau sistem pengolahan sampah terintegrasi yang telah dijalankan UGM. Fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan berbasis sains dan teknologi. Seluruh sampah dari lingkungan kampus diproses dalam satu sistem terpadu, mulai dari pemilahan hingga pengolahan akhir. Skema ini dirancang agar kampus mampu menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. “Semuanya ternyata dikirim ke sini untuk diproses, diolah. Sehingga UGM sudah 100 persen sampah di kampus itu diselesaikan di kampus,” tutur Brian.
Ia menyampaikan apresiasi atas fasilitas dan sistem yang dinilai lengkap serta terkelola dengan baik. Brian menilai pengelolaan tersebut telah memadukan pendekatan teknologi, manajemen, dan edukasi lingkungan secara terpadu. Kehadiran peralatan pendukung serta tata kelola yang sistematis menunjukkan keseriusan institusi dalam membangun praktik berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci agar kualitas pengelolaan terus meningkat dari waktu ke waktu. “Semoga ini bisa kita naikkan lagi, kualitas bisa terus ditingkatkan, sehingga pada akhirnya pengolahan sampah yang modern itu betul-betul bisa kita lihat ini sebagai percontohan,” ungkapnya.

Kepada mahasiswa, Brian berpesan agar memanfaatkan lingkungan akademik yang telah terbangun dengan optimal. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk mengeksplorasi potensi diri dan memanfaatkan fasilitas kampus secara maksimal. Dukungan dosen, profesor, serta jejaring kolaborasi dinilai sebagai modal besar bagi mahasiswa untuk berkembang. Kesempatan belajar di institusi dengan reputasi kuat perlu diiringi dengan semangat berprestasi dan kontribusi nyata. “Adik-adik yang diterima kuliah di UGM, silakan manfaatkan sebesar-besarnya keberadaan kampus yang sangat baik ini. Sukses selalu untuk mahasiswa adik-adik UGM,” pungkasnya.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Firsto dan PIAT UGM
