
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia secara resmi membuka rangkaian kegiatan perayaan Dies Natalis UGM ke-76. Pembukaan rangkaian dies ditandai dengan penempelan telapak tangan ke videotron oleh Rektor diikuti para jajaran Dekan dari klaster kesehatan selaku kepanitiaab bersama untuk Dies UGM tahun ini. Dalam memeriahkan pembukaan dies kali ini juga diluncurkan senam Sensasi karya Prof. drg. Suryono., Ph.D, ketua panitia Dies ke-76 UGM.
Mengusung tema Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa, pembukaan rangkaian Dies diisi dengan kegiatan senam bersama dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan donor darah. Adapun sejumlah agenda dies yang akan digelar diantaranya pelatihan dan sertifikasi 1.000 kader kesehatan secara daring, UGM Trail Run, Jalan Sehat Korpagama, Gowes, pertandingan olahraga internal seperti voli, futsal, bulutangkis, line dance, serta lomba mancing. Sementara itu, Dharma Wanita Persatuan juga turut berkontribusi melalui kegiatan anjangsana, ziarah, bakti sosial, dan talkshow kesehatan.
Dalam bidang akademik, panitia merencanakan menggelar kegiatan Seminar Nasional dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, pemberian penghargaan berupa acara Anugerah Insan Berprestasi. Sedangkan semarak budaya diwarnai dengan Pagelaran Seni Budaya Sendratari, Pagelaran Wayang Kulit, Malam Temu Alumni, serta Nitilaku, dan sebagai puncak perayaan akan ditandai dengan laporan tahunan Rektor, Pidato Ilmiah, dan pemberian Anugerah UGM.
Ova Emilia menyambut baik tema Dies ke-76 UGM yang bertajuk Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa. Tema ini menurutnya mengingatkan akan ungkapan dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Frasa ini disebutnya menegaskan tentang pentingnya sehat sebagai keutamaan sebab ia bisa berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Bagi Ova, sehat dalam hal ini tentu tidak hanya bicara tentang tubuh fisik jasmani maupun rohani. Bahkan sehat bisa dimaknai secara holistik, bisa melibatkan aspek sosial maupun lingkungan. Dalam hal ini sehat bisa dimaknai dengan adanya kejelasan visi misi, adanya tata kelola kelembagaan yang akuntabel, berkinerja unggul serta berkelanjutan dengan sistem pengawasan dan kepemimpinan yang baik dalam menjalankan fungsi koordinatif, juga tekun dalam melahirkan karya inovasi. “Tepat kiranya di tahun 2025 ini, Dies Natalis ke-76 UGM mengusung tema tentang “Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa”, sebagai basis penguatan komitmen bersama dalam menjaga mandat Perguruan Tinggi sebagai salah satu pilar pendidikan bangsa dalam mencetak SDM berkarakter unggul,” ungkapnya di halaman Balairung UGM, Jum’at (29/8).
Kampus sehat, kata Rektor, mencerminkan komitmen UGM untuk mewujudkan atmosfer kampus yang dapat mendukung green and sustainable, health promoting behaviour, dan akuntabilitas sosial yang diperkuat dengan adanya infrastruktur berbasis smart digital untuk menopang kemandirian serta ketahanan bangsa. Sedangkan kampus sebagai pilar kemandirian menunjukkan motivasi UGM dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi, sebagai motor penggerak inovasi, serta mencetak SDM unggul untuk mendorong transformasi pembangunan secara berkelanjutan.
Melalui momentum Dies Natalis ke-76, Rektor mengajak sivitas akademika membangun atmosfer kampus secara sehat dan berkelanjutan, menggiatkan pendidikan yang bermartabat dan inklusif, mengoptimalkan pengembangan hilirisasi, inovasi, dan riset unggulan, dan menggalakkan pengabdian masyarakat untuk penguatan jejaring sosial. “Saya optimis bahwa rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-76 ini nantinya bisa menjadi perwujudan semangat bersama bagi proses pertumbuhan UGM dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan berdampak,” terangnya.
Hal senada disampaikan Suryono selaku ketua panitia Dies ke-76 UGM. Tema Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa dipilih bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai refleksi atas pentingnya membangun kesehatan secara menyeluruh baik fisik, mental, sosial, maupun di lingkungan kampus sebagai implementasi dari Health Promoting University. UGM disebutnya meyakini bahwa kampus yang sehat akan melahirkan generasi muda yang tangguh, berdaya saing, serta siap menghadapi dinamika zaman. “Dalam konteks bangsa, kesehatan yang paripurna baik fisik, mental, sosial, dan lingkungan menjadi landasan kokoh bagi terwujudnya kemandirian dan ketahanan nasional,” paparnya.
Suryono berharap Dies Natalis Ke-76 UGM tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat peran UGM sebagai universitas nasional yang berkomitmen pada kesehatan, kemandirian, dan ketahanan bangsa. Seluruh rangkaian kegiatan Dies, kata Suryono, bisa menjadi sumber inspirasi, serta meneguhkan langkah UGM dalam melahirkan generasi penerus yang sehat, mandiri, dan tangguh demi Indonesia yang lebih baik.
Penulis : Agung Nugroho
Foto : Firsto