Universitas Gadjah Mada kembali akan menyelenggarakan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 pada 21–22 Oktober 2026 mendatang di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Mengusung semangat “CULTIVATION: Culture–Innovation–Business Acceleration”, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan akademisi, inovator, industri, investor, calon off-taker, serta mitra strategis dalam satu ekosistem. Pertemuan tersebut diharapkan membuka ruang bagi hasil riset dan inovasi untuk dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, mengatakan GIFTS menjadi bagian dari upaya UGM membangun ekosistem yang mempertemukan berbagai pihak dalam pengembangan dan pemanfaatan inovasi. Menurutnya, keterhubungan antara akademisi, inovator, pengusaha, masyarakat, hingga pelaku dalam ekosistem kewirausahaan diperlukan agar hasil inovasi dapat menemukan ruang untuk dikembangkan dan digunakan secara lebih luas. “Tidak hanya sebagai showcase, tapi disitulah kita berharap bahwa terjadi interaksi, terjadi dialog antara akademisi, inovator, kemudian pengusaha, masyarakat secara luas,” ujar Danang.
Menurut Danang, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya UGM mendorong agar inovasi dapat terserap oleh pasar. Karena itu, keberhasilan GIFTS tidak berhenti pada terselenggaranya forum, tetapi juga dilihat dari tindak lanjut dan dampak yang muncul setelah para pihak bertemu. “Impact secara sosial, impact secara ekonomi, dan juga impact secara akademis,” katanya.
Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan melalui rancangan GIFTS 2026 yang menekankan pertemuan langsung antara inovator dan pihak yang memiliki kebutuhan maupun sumber daya untuk mengembangkan inovasi.
Direktur Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM., mengatakan GIFTS tahun ini berkolaborasi dengan KADIN, Meet The Investor (MTI), serta Infrastructure and Construction Innovation Conference and Workshop (ICONIC). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan inovasi dengan kebutuhan dunia usaha. Salah satunya melalui Innovation Marketplace yang memungkinkan peserta melihat inovasi sekaligus berdiskusi langsung dengan inovator mengenai peluang pemanfaatan dan kerja sama. “Acara gift ini sendiri kita rancang sebagai forum untuk menjembatani antara inovator dengan calon investor maupun calon pembeli,” jelas Wiratni.
Untuk mendukung proses tersebut, KADIN turut terlibat dalam kurasi inovasi. Inovasi yang dibawa dalam GIFTS mencakup bidang fokus PRIME STeP, yakni agroindustri, alat kesehatan, dan energi. UGM juga mengangkat sejumlah bidang prioritas, meliputi industri benih, kebencanaan, air, sampah, dan ekosistem kakao.
Pertemuan antara inovator dan calon mitra tersebut dipersiapkan sejak sebelum acara utama melalui rangkaian pre-event sepanjang September hingga Oktober. Beberapa di antaranya ialah startup grooming, research to business grooming, forum kekayaan intelektual, serta Sharing Senja bersama MTI. Rangkaian tersebut kemudian berlanjut dalam acara utama melalui Business Matchmaking Arena, Investor Speed Dating, Collaboration Class, MTI Deal Lounge, Coffee Talks, dan Business Talk Show. Berbagai format tersebut disiapkan agar peserta dapat mengikuti agenda sesuai kebutuhannya, mulai dari memperkenalkan inovasi, mencari mitra, memperoleh masukan, hingga menjajaki peluang bisnis.
Salah satu kolaborasi yang memperkuat sisi bisnis GIFTS ialah MTI. Ketua Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya, Ridha Perwira, menjelaskan bahwa MTI telah melalui beberapa pelaksanaan sebelum menjadi bagian dari GIFTS 2026. Kegiatan tersebut berangkat dari kebutuhan pelaku usaha, khususnya sektor business-to-consumer (B2C), untuk memperoleh akses permodalan sekaligus masukan mengenai pengembangan bisnis.
Melalui Investor Speed Dating, pelaku usaha akan dipertemukan dengan investor dalam sesi singkat. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pengusaha untuk memperoleh masukan langsung mengenai bisnis yang sedang dijalankan. “Yang paling penting adalah bagaimana mendengar feedback dari investor melihat bisnisnya itu yang salah satu input yang kita terima di MTI 1 dan MTI 2 untuk mengetahui langsung, kamu harus perbaiki structure-mu atau kamu harus perbaiki operations-mu dan sebagainya,” tutur Ridha.
Selain speed dating, MTI menghadirkan Collaboration Class yang melibatkan pengusaha sebagai pembicara untuk berbagi pengalaman kepada pelaku usaha yang masih berada pada tahap awal maupun pengembangan. Melalui rangkaian tersebut, GIFTS 2026 mempertemukan proses pengembangan riset di lingkungan akademik dengan kebutuhan dunia usaha. Pertemuan antara peneliti, inovator, pengusaha, investor, dan industri diharapkan membuka ruang kolaborasi agar hasil riset dapat dikembangkan, dimanfaatkan, dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Penulis: Zabrina Kumara
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Jesi
