Perkembangan teknologi seperti virtual reality menjadi angin segar dalam teknologi kesehatan, salah satunya dalam penanganan perdarahan yang dialami oleh ibu sehabis melahirkan. Melalui virtual reality (VR), bidan dan tenaga kesehatan dapat melakukan simulasi secara lebih nyata sebelum bertemu pasien sesungguhnya, terlebih pada kasus-kasus yang jarang terjadi di lapangan dalam kondisi aman dan tanpa mencederai pasien.
Hal itu mengemuka dalam ujian terbuka promosi doktor dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc.(HPE)., Sp.OG., FFRI yang dilaksanakan di ruang auditorium FK-KMK UGM, Selasa (6/1). Penelitian disertasi dengan judul “Pengembangan Virtual Reality dalam Penanganan Perdarahan Pasca Salin untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Bidan Praktik Klinik”. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dan Ko-Promotor dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed. Ph.D.
Dalam pemaparannya, Ide Pustaka Setiawan menjelaskan bahwa para pengguna virtual reality ini merasakan adanya peningkatan focus of learning, dan learning experience yang signifikan dalam proses belajar mereka. Lebih lanjut ia bersama tim, melalui VR mengembangkan proyek ini agar para partisipan dapat merasakan keterlibatan yang mendalam (immersive), bahkan semirip mungkin dengan apa yang ada di lapangan. “Kami mengembangkan untuk prototype VR yang betul-betul orang bisa masuk ke dalam dunia virtual (3D) dan bisa melihat, immersive. Betul-betul bertemu seperti pasien perdarahan, dan itu yang bisa menjadi kelebihan dibandingkan produk lain,” ungkapnya.
Ia pun menceritakan bahwa penelitiannya pada tahap pertama, pada awalnya adalah untuk mengukur tingkat kompetensi bidan yang ada di daerah DIY melalui online survey, karena ia merasa sampai dari literatur literatur sebelumnya sampai saat ini belum ada data yang benar-benar akurat menangkap hal tersebut. Ide menjelaskan ada 3 pertanyaan utama, pengetahuan, persepsi kesiapan, dan persepsi kemampuan. Dari hal tersebut, ia menemukan bahwa hasil yang didapat sekitar 57.5% pengetahuan, 60% persepsi kemampuan, dengan 90% persepsi kesiapan.
Melalui metode pembelajaran VR, kata Ide, pengguna mendapatkan pengalaman baru melalui VR terlebih pada kasus-kasus yang jarang terjadi. Ia menyebutkan bahwa kasus perdarahan sendiri merupakan kasus yang jarang, bahkan ada yang sudah menjadi nakes namun belum pernah melihat kasus ini. “Paparan pengalaman yang dapat dibuat melalui VR. Dari hasil riset, terdapat peningkatan skill dan kesiapan yang terjadi karena metode ini,” katanya.
Selain itu, melalui VR ini materi dapat dilihat berkali-kali dan dapat mendukung pembelajaran yang lebih mandiri. “Kami ingin memaparkan hal itu dengan suasana yang aman, terstandar, dan tidak mencederai pasien, dan semoga hal tersebut dapat betul terjadi,” harapnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa road map dari penelitian ini masih panjang. Selain hal ini membutuhkan sosialisasi yang masif, harapannya ke depan tak hanya ditujukan untuk bidan namun sangat memungkinkan siapa pun yang bisa menolong persalinan, seperti dokter maupun tenaga kesehatan lain.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. FK-KMK
