Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., melantik jajaran direksi baru Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UGM Prof. Soedomo pada Senin (9/2) di Gedung Pusat UGM. Ketiga direksi baru yang dilantik meliputi drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Ph.D. sebagai Direktur RSGM, Ahmad Amin, S.E., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Direktur Umum, Sumber Daya, dan Keuangan, serta drg. Bramasto Purbo Sejati, Sp.BMM(K) sebagai Wakil Direktur Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian. Momentum pergantian pucuk pimpinan RSGM Soedomo ini menandai penguatan kepemimpinan manajerial di lingkungan RSGM UGM Prof. Soedomo.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat sekaligus amanah kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang mampu menyelaraskan kerja tim dengan visi universitas. Rektor berharap jajaran direksi dapat mendorong konsolidasi dan koordinasi berkelanjutan demi peningkatan kualitas pelayanan serta kinerja organisasi. “Saya meyakini bahwa ibu dan bapak yang dilantik hari ini adalah pribadi-pribadi terpilih yang akan membawa perubahan positif dan pertumbuhan organisasi yang lebih efektif,” ujar Ova.

Ova juga menyoroti peluang strategis RSGM dalam pengembangan layanan kesehatan melalui pendekatan kolaboratif lintas unit di UGM. Menurutnya, konsep One Health yang dimiliki UGM menjadi kekuatan universitas yang perlu diterjemahkan dalam tata kelola rumah sakit pendidikan secara konkret. Kepemimpinan transformasional dinilai krusial untuk menjaga karakter, martabat, dan inovasi institusi. “Kita ingin ada konsolidasi dan koordinasi yang terus berjalan, satu irama menuju puncak makna,” katanya.
Usai pelantikan, Direktur RSGM UGM Prof. Soedomo, drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Ph.D., membacakan pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah jabatan. Ia menyatakan kesiapan menjunjung tinggi integritas, moralitas, serta tanggung jawab dalam setiap kewenangan yang diemban. Komitmen tersebut mencakup penolakan terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta pengabdian penuh bagi peningkatan kinerja institusi. “Saya bersedia dikenakan sanksi moral, administrasi, hingga ketentuan hukum sesuai peraturan perundang-undangan apabila melanggar janji dalam pakta integritas ini,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan tata kelola RSGM UGM Prof. Soedomo sebagai rumah sakit pendidikan yang unggul. Dengan kepemimpinan baru, pengembangan layanan, pendidikan, dan penelitian diarahkan agar semakin selaras dengan visi besar UGM. Sinergi internal dan lintas unit diproyeksikan mampu mendorong kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat peran RSGM dalam mendukung pengabdian universitas dalam memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Firsto
