Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Ova Emilia melepas keberangkatan Tim Mahasiswa KKN-PPM Peduli Bencana Sumatra yang dilaksanakan di Balairung, Gedung Pusat UGM, Jumat (30/1). Upacara penerjunan mahasiswa KKN-PPM Peduli Bencana Sumatra ini secara simbolis dilakukan dengan penyematan atribut KKN, name tag dan topi pada kedua ketua unit yang berangkat. Dewarta Bagus Bagaskara menjadi ketua tim unit Desa Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara dan Laurencia Lintang Arum Purbasari Harjanto sebagai ketua tim unit desa Mayang Cut, Meureudu, Pidie Jaya.
Rektor Ova Emilia berpesan pada seluruh mahasiswa KKN PPM untuk menjaga kesehatan saat melaksanakan program, meningkatkan empati, serta saling membantu. Menurutnya, 30 mahasiswa terpilih mengikuti KKN Peduli Bencana merupakan mahasiswa tangguh yang pandai dan memiliki jiwa empati tinggi sehingga memenuhi kriteria dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana. “Saling mengingatkan, saling membantu karena di tempat yang jauh, teman merupakan saudara kita. Kami semua berdoa untuk kesehatan dan keselamatan mahasiswa,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, mengatakan mahasiswa yang melaksanakan KKN-PPM Peduli Bencana ini bisa menerapkan aksi kemanusiaan bersama dengan masyarakat terdampak bencana. Adapun fokus kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM Peduli Bencana untuk penyediaan air bersih, membantu menyiapkan penguatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. “Program ini kita jadikan arena untuk meningkatkan nilai kemanusiaan,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk saling menjaga sesama mahasiswa, mempererat rasa persaudaraan dalam proses membantu masyarakat terdampak. Mentalitas mahasiswa menjadi faktor penting dalam membantu masyarakat terdampak untuk pulih, melalui kreativitas, integritas, dan kepedulian mahasiswa. “Tetaplah berkomunikasi dengan pembimbing, menjaga kesehatan, keselamatan, dan kerja sama tim. Berangkat sehat dan selamat, pulang juga harus sehat dan selamat,” ujarnya.
Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum., dalam laporannya menyampaikan bahwa DPKM UGM telah berkoordinasi dengan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (PP Kagama) serta Kagama Pengurus Daerah Aceh. Koordinasi ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan KKN-PPM Peduli Bencana serta memastikan keselamatan para mahasiswa. Pengabdian ini akan dilanjutkan dengan program KKN-PPM reguler yang akan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus mendatang. “KKN-PPM ini akan disusul dengan KKN reguler. Kami sudah menawarkan lokasi prioritas untuk Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sehingga akan berkelanjutan,” katanya.
Sekedar informasi, sebanyak 30 mahasiswa dari 10 fakultas dan 1 sekolah Universitas Gadjah Mada terbagi menjadi 2 unit akan diterjunkan di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Utara pada 31 Januari sampai 1 Maret 2026. Penerjunan mahasiswa KKN PPM Peduli Bencana Sumatra Tahun 2026 merupakan bentuk komitmen UGM dalam merespons kondisi pascabencana melalui pengabdian kepada masyarakat.
Sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, Djarot mengatakan bahwa mahasiswa telah dibekali pembelajaran terkait tugas utama yang akan dilaksanakan di lokasi. Pembekalan terdiri dari pembangunan Hunian Sementara (Huntara), sanitasi, energi, pengadaan listrik, dan psikososial. Adanya pembekalan yang telah dilakukan selama dua hari diharapkan cukup membantu masyarakat terdampak khususnya di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Pidie Jaya.
Penulis : Jesi
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
