Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM memperingati puncak HUT ke-14 pada Kamis (2/4) lalu di Auditorium Lantai 5 RSA UGM. Memasuki usia ke-14 RSA UGM telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan. Untuk segi pasien, RSA telah berhasil mengalami peningkatan jumlah pasien. Pasien RSA UGM tidak hanya datang dari wilayah DIY saja, tetapi di Jawa Timur, bahkan wilayah Pantura turut mempercayai RSA sebagai layanan kesehatan mereka. Pada HUT tahun ini RSA UGM meresmikan kamar operasi jantung integrated dengan ICU perioperatif bedah jantung.
Dirut RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B. Subsp. Onk (K) dalam laporannya mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan RSA UGM selama 14 tahun terakhir dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk kedepannya, Darwinto menjelaskan bahwa RSA UGM akan membangun Tower Medik Sentra dan Gadjah Mada Eye Centre. “Semoga nanti diharapkan 1 Juli, nantinya ada sudah mulai pembangunan,” ungkapnya.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D turut memberikan sambutan pada acara ini. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi atas kemajuan dari RSA UGM yang bukan berada pada fase pertumbuhan, tetapi telah menunjukkan kematangannya dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Ia mengungkapkan bahwa inovasi RSA terkait layanan operasi jantung yang ditawarkan menunjukkan keberanian untuk sebuah rumah sakit. “Saya kira apa yang dilakukan ini sekaligus membuka peluang pengembangan bukan hanya untuk pelayanan tetapi juga riset-riset inovatif dalam bidang kardiovaskular,” tutur Ova.
Rektor turut menambahkan bahwa berbagai pihak yang membantu dalam memajukan RSA UGM tersebut perlu menjalin kolaborasi, sehingga dapat mencapai visi yang diinginkan. Ova menekankan bahwa rumah sakit akademik ini memiliki fokus dengan pendidikan dan hal tersebut menjadi aset untuk mengembangkan rumah sakit. “Pendidikan yang diharapkan tersebut menjadi aset untuk perkembangan rumah sakit ini menjadi arah yang dapat kita dukung dan kita terus unggulkan,” jelasnya.
Sebagai penutup, Ova berterima kasih terhadap inovasi yang telah dilakukan oleh RSA UGM dalam mengimplementasikan green hospital melalui program instalasi biogas. Ia turut berharap bahwa RSA UGM kedepannya semakin adaptif terhadap segala kemajuan dan inovatif. “Semoga RSA UGM semakin mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama dalam memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan tenaga kesehatan,” pungkasnya.
Penulis : Fatihah Salwa Rasyid
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
