Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) membekali Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 sebelum diterjunkan ke kawasan transmigrasi di Provinsi Papua Selatan dan Maluku Utara. Melalui workshop yang diselenggarakan pada 23 Juli 2026 silam, peserta memperoleh pembekalan mengenai kesehatan mental, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), manajemen risiko, hingga pemahaman sosial budaya sebagai bekal menjalankan program pengabdian di lapangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan bagi alumni UGM dan mitra dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026.
Workshop dirancang untuk memperkuat kesiapan peserta, baik dari aspek teknis maupun kemampuan beradaptasi dengan masyarakat di wilayah penugasan. Selain mengikuti berbagai materi pembekalan, peserta juga berdiskusi dengan perwakilan pemerintah daerah agar program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengabdian yang lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UGM, Muklis, mengatakan workshop menjadi pelengkap dari berbagai persiapan yang telah dilakukan sebelum keberangkatan. Menurutnya, selain memperkuat pemahaman mengenai materi teknis, peserta juga memperoleh simulasi penanganan kondisi darurat dan perlengkapan kesehatan yang akan mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. “Pembekalan ini sangat lengkap karena tidak hanya membahas materi, tetapi juga memberikan simulasi menghadapi situasi darurat. Kami juga mendapatkan perlengkapan kesehatan yang tentu sangat bermanfaat sebagai bekal di lapangan,” ujarnya.
Bagi peserta, pembekalan tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi selama menjalankan pengabdian. Tri Nuryati, anggota Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan di lapangan. “Workshop ini sangat bermanfaat dan relevan untuk kami, terutama karena mendapatkan materi mulai dari kesehatan hingga manajemen risiko. Harapannya teman-teman Patriot dapat menjalankan program dengan lancar dan selalu diberikan kesehatan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan peserta Tim Ekspedisi Patriot UGM 2026, Bima Aditya, yang juga akan ditempatkan di Muting, Kabupaten Merauke. Ia berharap seluruh peserta dapat menjalankan pengabdian dengan baik serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penempatan. “Saya berharap kami dari Tim Ekspedisi Patriot UGM dapat memberikan kebermanfaatan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat di daerah penempatan. Seperti pepatah Jawa urip iku urup, semoga apa yang kami lakukan dapat memberi manfaat bagi sesama,” tutur Bima.
Melalui Workshop Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026, DPkM UGM berharap seluruh peserta memiliki kesiapan yang lebih komprehensif sebelum diterjunkan ke wilayah transmigrasi. Bekal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi yang diperoleh selama pembekalan diharapkan mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi UGM dalam pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia.
Reportase: Humas DPkM UGM
Penulis: Triya Andriyani
