Universitas Gadjah Mada bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 026 di Desa Fatukoko, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Penerapan Inovasi Teknologi Filtrasi Air Bersih Berbasis Material Adsorben dengan Pendekatan One Health untuk Penyediaan Air Bersih di Masyarakat dan Program Pencegahan Penyakit dan Peningkatan Kesehatan Hewan.
Program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat pedesaan. Untuk menerapkan teknologi filtrasi air bersih, tim ITB dan UNPAD yang diwakili oleh Prof Muhammad Ali Zulfikar, dan Prof Aliya Nur Hasanah menerapkan teknologi filtrasi berbasis material adsorben yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih di Fatukoko. Sistem ini memanfaatkan air sungai yang diolah menjadi air layak konsumsi guna mendukung peningkatan kualitas hidup dan sanitasi masyarakat. “Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim juga menyerahkan buletin panduan pemeliharaan alat kepada Pemerintah Desa Fatukoko,” kata Ali dalam keterangan yang dikirim Kamis (30/7).
Sementara di bidang kesehatan hewan, UGM berkolaborasi dengan Undana erta Dinas Peternakan Kabupaten TTS. Kegiatan difokuskan pada pelayanan kesehatan hewan dan edukasi pencegahan penyakit berbasis pendekatan One Health. Dalam pelayanan veteriner, tim memberikan obat cacing kepada 100 ekor ternak, 60 ekor anjing, dan 60 ekor kucing. “ratusan ternak beserta hewan kesayangan kita beri bitamin,” kata Dr. dr. Hevi Wihadmadyatami selaku ketua tim dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Hevi menjelaskan, program pelayanan kesehatan hewa ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat, terutama tingginya populasi ternak dan masih ditemukannya kasus penyakit hewan. “Masyarakat kita beri edukasi mengenai kesehatan lingkungan dan pencegahan rabies sebagai salah satu penyakit zoonosis prioritas di wilayah tersebut,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kesehatan hewan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan zoonosis dan kesehatan lingkungan.
Dr. Yulfia Nellymalik, anggota tim dari FKH Undana mengatakan kegiatan pengabdian bidang kesehatan hewan ini tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif melalui edukasi masyarakat. Untuk mendukung kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh hewan, pihaknya, menyedikan 3 liter vitamin yang dicampurkan ke dalam air minum ternak serta 60 gel multivitamin bagi hewan kesayangan.
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim Pengabdian FKH
