Universitas Gadjah Mada dan Hitachi Asia Indonesia sepakat memperkuat kolaborasi riset dan inovasi lintas bidang ilmu untuk menghasilkan produk inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., dengan President Director Hitachi Asia Indonesia Mr. Koji Hachiya, Selasa (3/2) di ruang tamu rektor, Gedung Pusat UGM.
Danang Sri Hadmoko mengatakan kerja sama antara UGM dan Hitachi yang telah terjalin sejak tahun 1985. Namun pada pertemuan kali ini, kedua belah pihak menekankan pentingnya kolaborasi riset yang berorientasi pada dampak nyata. Ia menyampaikan bahwa sinergi universitas dan industri perlu diarahkan pada solusi konkret yang dapat dirasakan masyarakat. Kolaborasi dinilai mampu memperkuat kontribusi akademik dalam menjawab tantangan global sekaligus mengembangkan talenta muda. Menurutnya, rekam jejak kerja sama menjadi modal penting untuk memperluas kemitraan strategis. “Kami ingin memperkuat kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata melalui riset bersama, pengembangan talenta, serta keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem industri,” ujarnya.

President Director Hitachi Asia Indonesia Mr. Koji Hachiya menyambut baik potensi kolaborasi dengan UGM, terutama dalam pengembangan teknologi masa depan. Ia menyoroti pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) sebagai salah satu fokus utama pengembangan bisnis Hitachi. Menurutnya, tantangan terbesar terletak pada ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai penting untuk menjawab tantangan tersebut. “Kami melihat peluang besar untuk bekerja bersama UGM, khususnya dalam pengembangan AI dan penyiapan talenta yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap Hachiya.
Sementara Direktur Penelitian UGM Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.TP., M.App.Life.Sc., memaparkan lanskap riset UGM yang menopang potensi kolaborasi dengan industri global. Mirwan menjelaskan bahwa UGM mengembangkan sejumlah topik unggulan, mulai dari ketahanan pangan, transformasi digital, transisi energi, perubahan iklim, hingga ketahanan sosial budaya masyarakat. Riset tersebut dirancang untuk menjawab persoalan nyata dan berkembang melalui interaksi langsung dengan mitra industri. Pendekatan ini menempatkan universitas sebagai mitra riset dan pengembangan. “Kami merancang riset agar mampu menjawab kebutuhan dunia nyata dan berkembang melalui kolaborasi erat dengan industri,” tutur Mirwan.
Lebih lanjut, Mirwan menjelaskan bahwa UGM memiliki pengalaman panjang dalam menjalin kolaborasi riset internasional. Berbagai skema kerja sama telah dijalankan bersama mitra industri dan lembaga global, termasuk dari Jepang. Capaian tersebut tercermin dari kontribusi peneliti UGM dalam berbagai penghargaan inovasi internasional yang didukung Hitachi. Rekam jejak ini menunjukkan kapasitas UGM sebagai pusat riset yang relevan bagi industri. “Pengalaman ini memperkuat posisi UGM sebagai mitra R&D bagi industri yang ingin mengembangkan solusi inovatif,” ujarnya.
Menurut Mirwan, pertemuan ini membuka ruang perluasan kolaborasi lintas disiplin di lingkungan UGM. Potensi kerja sama dapat dikembangkan melalui riset bersama, penyusunan proposal internasional, hingga pemanfaatan jejaring global. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat kontribusi riset terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. UGM, lanjutnya, siap mendorong kolaborasi yang terstruktur dan berjangka panjang. “Kami menantikan kolaborasi yang lebih terarah dan berkelanjutan bersama Hitachi ke depan,” kata Mirwan.

Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM Prof. Wiratni Budhijanto, S.T., M.T., Ph.D., menyoroti peluang pemanfaatan program pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kerja sama. Ia menjelaskan bahwa UGM memiliki program KKN yang melibatkan ribuan mahasiswa dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia setiap tahun. Skema ini dinilai relevan untuk mendukung program tanggung jawab sosial perusahaan. Kolaborasi tersebut dapat mempertemukan inovasi industri dengan kebutuhan komunitas. “Program KKN UGM dapat menjadi mitra strategis bagi CSR Hitachi karena mahasiswa kami terbiasa bekerja langsung bersama masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan ini menegaskan peran UGM sebagai mitra strategis industri dalam pengembangan riset dan inovasi. Hubungan baik yang telah terjalin menjadi fondasi kuat untuk memperluas kolaborasi pada masa mendatang. Sinergi akademisi dan industri diharapkan mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi tantangan global. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat kontribusi riset dan pengabdian masyarakat. Dengan fondasi kepercayaan yang telah terbangun, kemitraan UGM dan Hitachi diharapkan semakin solid.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie
