Universitas Gadjah Mada menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di kampus UGM, Selasa (10/3). Kesepakatan ini menjadi landasan penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan proram pengentasan stunting.
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, berbagai program pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Wening Udasmoro, menjelaskan bahwa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar mengidentifikasi potensi sekaligus tantangan yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah. “Mahasiswa kami didorong untuk mengenali situasi di lapangan, melihat potensi lokal, lalu bersama masyarakat mencari cara agar potensi itu berkembang dan memberi manfaat ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Menurut Wening, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi penting agar kegiatan akademik yang dilakukan mahasiswa dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pemerintah daerah memiliki pemahaman yang kuat terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat di wilayahnya. Dengan sinergi tersebut, kegiatan pengabdian mahasiswa dapat diarahkan pada isu strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk upaya percepatan penurunan stunting. “Kami berharap kerja sama ini memungkinkan mahasiswa dan pemerintah daerah mengidentifikasi persoalan bersama, lalu mengembangkan program yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Selain pengabdian masyarakat, kerja sama ini juga membuka peluang penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi. Wening menjelaskan bahwa UGM saat ini mendorong peningkatan jumlah mahasiswa magister dan doktoral dari berbagai daerah di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerataan pendidikan tinggi agar talenta dari berbagai wilayah memiliki kesempatan mengembangkan kapasitas akademiknya. “Kami sangat terbuka menerima mahasiswa S2 dan S3 dari Manggarai Timur, karena pemerataan pendidikan tinggi penting agar pembangunan pengetahuan tidak terpusat di wilayah tertentu saja,” ungkap Wening.
Sementara itu, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menyambut baik terjalinnya kerja sama ini dan menilai kontribusi UGM telah dirasakan masyarakat di daerahnya. Ia menuturkan bahwa sejumlah mahasiswa UGM sebelumnya telah melaksanakan program KKN tematik di Manggarai Timur yang berfokus pada penanganan stunting. Program tersebut dilaksanakan di wilayah yang masih menghadapi angka stunting cukup tinggi sehingga membutuhkan pendekatan kolaboratif dari berbagai pihak. “Kami melihat langsung bagaimana mahasiswa UGM bekerja di lapangan, termasuk dalam program KKN tematik yang berkaitan dengan penanganan stunting di Manggarai Timur,” kata Agas.

Menurut Agas, peningkatan akses pendidikan bagi generasi muda juga menjadi perhatian penting dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur selama ini berupaya memberikan dukungan pendidikan melalui berbagai program bantuan bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di perguruan tinggi. Ia berharap kerja sama dengan UGM dapat membuka peluang lebih luas bagi putra-putri Manggarai Timur untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas. “Harapan saya ke depan semakin banyak anak-anak Manggarai Timur yang bisa berdiri dan belajar di kampus ini,” ujarnya.
Selain pendidikan, Agas menilai penguatan sektor kesehatan juga perlu mendapat perhatian dalam pembangunan daerah. Ia menyebut peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta pendekatan berbasis masyarakat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai dapat membantu menghadirkan inovasi berbasis riset untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat. “Kami berterima kasih atas kontribusi UGM selama ini dan berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk mendukung pembangunan di Manggarai Timur,” tuturnya.
Kerja sama antara UGM dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan berbagai program kolaboratif di masa mendatang. Integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memungkinkan perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. Melalui kegiatan akademik yang terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat, berbagai inovasi dapat lahir dari kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah. Dengan semangat tersebut, UGM berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie
