Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sepakat bekerja sama dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia dan mengoptimalkan potensi daerah. Hal itu mengemuka dalam penandatangan piagam nota kesepahaman bersama yang dilakukan oleh Rektor UGM Prof Ova Emilia dan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Barat, Mamuju, Sabtu (17/1).
Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Suhardi Duka menyatakan penandatanganan kerja sama dengan UGM sebagai momentum bersejarah yang mengubah lanskap peluang pendidikan bagi generasi muda Sulawesi Barat. Meski diakui memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan, Sulawesi Barat justru menghadapi tantangan besar pada bidang kualitas sumber daya manusia yang masih tertinggal.
“Malam ini kita sudah menandatangani MoU dengan Universitas Gadjah Mada. Itu artinya besar peluang anak-anak Sulawesi Barat menempuh studi di Universitas Gadjah Mada. Ini tentu bersejarah karena melalui kerja sama ini kita ingin menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama agar Sulawesi Barat tidak tertinggal dari daerah lain di Indonesia,” ucapnya.
Sebagai gubernur, Suhardi mengungkapkan bila struktur ekonomi Sulawesi Barat saat ini masih sangat bertumpu pada pertanian, perikanan, dan perkebunan. Meskipun Sulawesi Barat memiliki potensi besar di sektor pertambangan sebagai komoditas strategis, namun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat lebih memilih tetap menjadikan pertanian sebagai pondasi pembangunan. “Kita berpandangan mitigasi lingkungan sebagai pertimbangan utama dalam kebijakan ekonomi,” terangnya.
Sebagai wujud komitmen pembangunan SDM, Suhardi merespon langsung kesepakatan dengan menawarkan skema khusus agar lulusan terbaik dari puluhan SMA di Sulawesi Barat dapat mengirim siswa-siswi terpilih ke UGM melalui jalur afirmasi dengan dukungan penuh beasiswa dari pemerintah provinsi. Dengan skema seperti ini, Suhardi berkeyakinan dalam lima tahun ke depan akan menjadikan SDM Sulawesi Barat menjadi jauh lebih kompetitif di tingkat nasional.
Apresiasi disampaikan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, dan ia mengaku terkesan dengan keindahan alam serta suasana Mamuju sejak pertama kali mendarat di bandara. Baginya kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan keharusan di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks. “Ke depan, kolaborasi adalah keharusan dan kolaborasi ada karena saling percaya. Universitas Gadjah Mada sebagai universitas tertua yang pertama kali didirikan setelah Indonesia merdeka mempunyai tugas sebagai induk pendidikan untuk mencerdaskan bangsa di seluruh penjuru tanah air, termasuk di Sulawesi Barat, dan melalui kerja sama ini kami siap membantu menyusun peta jalan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di sektor pertanian, program afirmasi serta penerapan inovasi teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Ova Emilia.
Ova menuturkan UGM dalam beberapa tahun hadir di Sulawesi Barat melalui program penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditempatkan di berbagai wilayah di Sulawesi Barat, termasuk di daerah-daerah kepulauan. “KKN ini merupakan program unggulan yang tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga membentuk karakter, empati, dan integritas mahasiswa melalui pembelajaran langsung di tengah masyarakat,” terangnya.
Lebih jauh Ova menjelaskan bahwa kampus UGM saat ini telah mengembangkan mekanisme seleksi khusus bagi calon mahasiswa dari daerah afirmasi yang berbeda dari jalur seleksi nasional maupun ujian mandiri. Melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, kata Rektor, keduanya sepakat fokus mengarahkan berbagai sektor prioritas mulai dari perencanaan SDM, pendidikan tinggi, riset terapan, hingga pengembangan inovasi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Sekedar informasi, penandatanganan piagam kerja sama kali ini dihadiri jajaran pimpinan UGM, pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) tingkat pusat dan daerah, alumni UGM di Sulbar, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan infrastruktur, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal di Provinsi Sulawesi Barat. Dalam kerja sama ini juga disepakati untuk membuka peluang lebih besar bagi putra-putri Sulawesi Barat melanjutkan pendidikan tinggi di UGM melalui berbagai skema, termasuk jalur afirmasi.
Penulis : Agung Nugroho
