Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi dari Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH Aachen) Jerman, Senin (9/2), di Gedung Pusat UGM. Pertemuan kali ini membahas tentang rencana perpanjangan nota kesepahaman (MoU) kedua kampus yang telah terjalin sejak tahun 2017. Kedua belah pihak, sepakat dalam membangun kolaborasi riset sains dan sosial untuk menggagas kolaborasi dengan kampus riset teknik terbaik asal Jerman tersebut.
Seperti diketahui, RWTH Aachen atau Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen merupakan kampus almamater Presiden Republik Indonesia Ke-3, B.J. Habibie. Sebelumnya, RWTH Aachen sudah berkolaborasi dengan Fakultas Teknik UGM pada 2018 guna mendirikan Laboratorium Geologi Geo-Kampus Jerman Indonesia di Indonesia dalam rangka peningkatan Kompetensi Pendidikan dan Penelitian untuk Organisasi (GetIn-CICERO) yang didanai langsung oleh Kementerian Federal untuk Pendidikan dan Penelitian Jerman.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, mengatakan kedua kampus sepakat untuk meningkatkan riset di bidang sains dan sosial. Riset ini diharapkan bisa meningkatkan perhatian masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan sektor pertambangan dan industri. ”Kekayaan alam Indonesia begitu berlimpah dan beragam. Sementara para peneliti, akademisi, dan pemerintah Indonesia berusaha berkompromi dengan masyarakat adat karena memiliki pemahaman yang berbeda dalam memandang biodiversitas,” ujarnya.
Danang berharap, kerja sama dari peneliti dalam bentuk penelitian dan proyek bersama pada mitigasi bencana, workshop, summer schools, pelatihan untuk dosen dan peneliti, pembangunan infrastruktur laboratorium di Departemen Teknik Geologi, hingga konferensi ahli yang telah sukses diselenggarakan pada tahun 2022.
Dekan Fakultas Teknik Sumber Daya Geologi dan Material, RWTH Aachen, Prof. Peter Kukla mengungkapkan pentingnya membumikan ilmu hayati (life sciences) guna bisa menghasilkan keluaran yang mendukung kesejahteraan publik. Menurutnya, riset dan proyek pada ranah teknik telah banyak digagas. Akan tetapi, perlu adanya penguatan pada natural sains sebagai cabang ilmu hayat seperti matematika, biologi, kimia, dan fisika yang mempelajari fenomena alam secara sistematis. “Ilmu sains perlu digunakan secara luas untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya
Dari hasil diskusi, kedua belah pihak untuk menggagas berbagai program dan proyek yang dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Konsistensi tersebut membuktikan komitmen kedua kampus dalam mewujudkan ekosistem riset yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penulis : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
