Universitas Gadjah Mada dan Robert Gordon University (RGU), Inggris Raya, resmi menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta mobilitas mahasiswa dan dosen. Naskah Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., dan Dr. Duncan Cockburn selaku Deputy Vice-Chancellor RGU yang berlangsung di Gedung Pusat UGM, Selasa (15/9).
Danang menyambut baik terlaksanannya penandatangan kerja sama tersebut. Sebelumnya, RGU telah menjalin kolaborasi dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya dapat dilanjutkan dengan aspek yang lebih luas. Menurutnya, banyak potensi kerja sama yang lebih luas mulai dari pembelajaran, penelitian, pertukaran pelajar, dan pengembangan sumber daya manusianya. “Kami berharap kerja sama ini dapat bertumbuh, tidak hanya untuk pendidikan tetapi juga kolaborasi antar institusi,” harap Danang.
Selanjutnya, Duncan menjelaskan bahwa RGU memiliki misi untuk mengubah hidup individu dan komunitas di Skotlandia dengan menjadi pemimpin usahanya sendiri. Oleh karena itu, kurikulum juga disesuaikan berdasarkan spesifik subjek. RGU juga memiliki usaha dan akselerator start-up yang sangat membantu pertumbuhan ekonomi daerah. “Proses pengajaran kami berfokus pada praktik, di mana banyak kelas dari dunia profesional seperti projek bersama ataupun magang,” jelasnya.
Duncan juga menuturkan bagaimana kedua universitas awalnya hanya diskusi antar-akademisi dalam suatu kegiatan yang berlanjut pada kolaborasi UMKM dari kedua negara. Sehingga adanya kerja sama ini diharapkan dapat menjadi awal kolaboratif kedua universitas dalam berbagai aspek. “Saya sangat menunggu kelanjutan kerja sama ini akan bertumbuh dan berkembang kedepannya,” tuturnya.
Dalam sesi diskusi kolaborasi, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., menyampaikan aspirasi kerja sama dalam program double degree (gelar ganda) dan pertukaran pelajar. Hal ini dipermudah dengan proses pembelajaran di RGU yang bisa dilakukan secara online sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengikuti kelas dari dua universitas. “Kolaborasi kami berfokus paa sekolah bisnis yang diharapkan dapat berlaku mulai tahun depan,” ujar Gumilang.
Dari hasil diskusi, terdapat beberapa potensi kerja sama antar kedua universitas dalam pengembanan riset akal imitasi dan robotik, transisi energi, serta arsitektur dan lingkungan yang akan didiskusikan lebih jauh lagi kedepannya. Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat membuka banyak kolaborasi antar institusi dalam bidang kerja sama yang lebih luas.
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Donnie
