
Universitas Gadjah Mada meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang Satu Dekade PR Indonesia Awards (PRIA) 2025 yang diselenggarakan oleh PR Indonesia di Graha Pos Indonesia, Bandung, pada Rabu (26/2). Tiga penghargaan yang diraih terdiri dari dua Gold dan satu Silver. Penghargaan Gold diraih dalam Kategori Program Komunikasi Social Responsibility, Sub Kategori Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development), serta dalam Kategori Kanal Digital, Sub Kategori Media Sosial TikTok. Sementara itu, penghargaan Silver diberikan dalam Kategori Program Public Relations, Sub Kategori Digital Public Relations.
Sekretaris Universitas (SU) UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., memberikan apresiasi atas capaian Humas, Pemberitaan, dan Protokol UGM dalam ajang tersebut. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh warga UGM.
Sandi menyampaikan bahwa PR Indonesia Awards menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja humas di Indonesia, termasuk di sektor perguruan tinggi. Tiga penghargaan yang diraih UGM mencerminkan tiga program unggulan dari berbagai inisiatif Tridharma Perguruan Tinggi yang dirancang sebagai solusi atas berbagai permasalahan negeri.
Dalam ajang ini, lanjutnya, UGM menampilkan pendekatan yang dilakukan dalam mengkomunikasikan program-program universitas yang selaras dengan SDGs melalui aktivasi strategi komunikasi yang adaptif dan inovatif agar tetap relevan dengan generasi saat ini.“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat peran UGM di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak dalam mengadopsi strategi komunikasi yang efektif untuk program-program unggulan mereka,” katanya, Kamis (27/2).
Sementara itu, Founder dan CEO PR Indonesia Group Asmono Wikan menekankan betapa krusialnya peran dan profesi PR di Indonesia yang harus terus beradaptasi agar tetap relevan di tengah perubahan kebijakan, kemajuan teknologi, dan dinamika zaman yang penuh ketidakpastian. “PR yang adaptif, strategis, dan berbasis data akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di masa depan. PR hadir bukan hanya sebagai penyampai pesan, tetapi sebagai penjaga kepercayaan, pemberi arah, dan pengelola reputasi,” terang Asmono.
Perhelatan PRIA ke-10 tahun ini untuk pertama kalinya menerapkan standar kompetisi internasional dengan sistem seleksi entri berbasis esai. Proses penilaian melibatkan 16 juri dari berbagai kalangan profesional di bidang PR. Tahun ini, sebanyak 581 karya dari 209 institusi bersaing untuk mendapatkan penghargaan terbaik dalam berbagai kategori, termasuk Owned Media, Kanal Digital, Manajemen Krisis, Laporan Tahunan, Program PR, Departemen PR, dan Komunikasi SR.
Penulis : Astri Wulandari
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie