Universitas Gadjah Mada melalui Fakultas Kedokteran Gigi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang pada Selasa (6/1). Kegiatan ini menjadi langkah awal pendampingan pendirian Program Studi Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang. Penandatanganan tersebut menegaskan komitmen kedua perguruan tinggi dalam memperkuat pendidikan tenaga kesehatan, khususnya dokter gigi. Upaya ini diharapkan menjawab kebutuhan layanan kesehatan gigi dan mulut yang masih tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D. menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tanggung jawab UGM sebagai perguruan tinggi nasional dengan sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan kedokteran. Pengalaman Fakultas Kedokteran Gigi UGM sebagai institusi pendidikan kedokteran gigi pertama di Indonesia menjadi modal penting dalam proses pembinaan tersebut. Rektor menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara sungguh-sungguh dengan menjaga mutu akademik dan etika profesi. “Mendirikan fakultas kedokteran gigi merupakan tantangan besar sehingga pendampingan harus dilakukan secara serius agar kualitas pendidikan benar-benar terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ova menekankan bahwa semangat membangun pendidikan kesehatan harus berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat. Pendidikan dokter gigi dinilai perlu menanamkan empati sosial agar lulusan memiliki kepekaan dalam melayani kebutuhan kesehatan publik. Nilai tersebut telah menjadi karakter pendidikan kedokteran di UGM dan relevan untuk ditularkan dalam proses pembinaan. “Mencerdaskan bangsa berarti memastikan lulusan tenaga kesehatan memiliki kompetensi dan kepedulian kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai proses jangka panjang yang diikuti berbagai aktivitas akademik. Pendampingan akan mencakup penguatan kurikulum, sumber daya manusia, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, Program Studi Kedokteran Gigi di UNP diharapkan tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan. “UGM siap menjalankan peran pembinaan secara konsisten agar program studi yang dibangun benar-benar matang,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Padang Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T menyampaikan apresiasi atas kesediaan UGM mendampingi pendirian Program Studi Kedokteran Gigi di UNP. Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi UNP dalam pengembangan pendidikan kesehatan. Menurutnya, kebutuhan dokter gigi di Indonesia masih sangat besar sehingga pendirian program studi ini menjadi relevan. “Kami memilih UGM karena reputasi dan rekam jejaknya dalam membangun pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kualitas dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Krismadinata menambahkan bahwa proses pendirian Program Studi Kedokteran Gigi menuntut kesiapan yang matang dari berbagai aspek. Pendampingan dari institusi berpengalaman dinilai krusial agar proses tersebut berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Ia menegaskan komitmen UNP untuk terbuka terhadap masukan dan pembinaan selama kerja sama berlangsung. “Kami siap dibimbing secara terbuka karena itu bagian dari ikhtiar kami menjaga mutu pendidikan yang akan dibangun,” katanya.
Di akhir sambutannya, Rektor UNO berharap kerja sama ini dapat melahirkan dokter gigi yang profesional dan memiliki empati terhadap masyarakat. Ia meyakini kolaborasi dengan UGM akan memperkuat kapasitas institusinya dalam mencetak tenaga kesehatan yang berintegritas. Kerja sama ini diharapkan memberi dampak nyata bagi pengembangan pendidikan dan pelayanan kesehatan gigi di Indonesia. “Semoga kolaborasi ini melahirkan generasi dokter gigi yang kompeten dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie
