Tim Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dari berbagai lintas disiplin kembali mengukir prestasi internasional. Tim yang dipimpin oleh mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UGM ini berhasil meraih penghargaan medali perak dengan mempresentasikan inovasi teknologi pangan dalam ajang “2nd International Student Competition” yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14 -15 Februari lalu.
Kompetisi berskala internasional yang diselenggarakan oleh Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM), Universiti Putra Malaysia (UPM) ini diikuti peserta dari 8 negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Nigeria, Suriah, Somalia, dan Kenya, yang berkompetisi dalam kategori essay dan paper ilmiah. Lebih lanjut, kompetisi ini dirancang untuk mendorong lahirnya inovasi yang berlandaskan penelitian, dengan fokus pada prinsip keberlanjutan, semangat kewirausahaan, dan kontribusi terhadap dampak sosial berskala global.
Tim mahasiswa UGM yang tergabung dalam Foodscan, membawa gagasan inovasi pengujian keamanan pangan di Indonesia, khususnya dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua tim, Melati Putri Ramadhani dari prodi Kimia angkatan 2024 menjelaskan pengujian kandungan kimia pada makanan masih didominasi oleh metode destruktif yang memakan waktu dan merusak sampel. Adapun inovasi yang dibuat oleh tim mereka berupa pengujian berbasis visual image yang bersifat non-destruktif. Dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) melalui sistem Convolutional Neural Network (CNN), aplikasi ini mampu mendeteksi risiko bahan kimia dan kontaminan hanya melalui foto produk pangan.
Selain deteksi kandungan pada pangan yang cepat, Foodscan juga mengintegrasikan sistem blockchain untuk memastikan bahwa seluruh data hasil deteksi tersimpan secara transparan dan aman. “Terdapat pelacakan riwayat keamanan pangan secara real-time guna menjamin nutrisi berkelanjutan bagi anak-anak,” kata Putri dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (19/2).
Saskia Aulia Ramadhani, mahasiswa prodi Kimia angkatan 2024, salah satu anggota tim, menuturkan inovasi diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan nutrisi yang berkelanjutan bagi anak-anak melalui pengawasan keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), mencegah penyakit akibat kontaminasi bahan kimia berbahaya dalam makanan melalui deteksi dini berbasis AI.“Kami berencana akan mengembangkan inovasi teknologi mutakhir dengan mengintegrasikan AI, CNN, dan Blockchain dalam industri keamanan pangan, serta mewujudkan kolaborasi internasional dengan peserta yang mengikuti kompetisi ini,” katanya.
Saski mengaku keberhasilan tim mereka bisa membawa pulang medali perak tidak lepas dari bimbingan dosen Departemen Kimia FMIPA UGM, Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng, serta kerja keras dari para anggota dari berbagai disiplin ilmu di UGM. Selain Melati dan Saskia, tim ini juga terdiri Nisrina Athyra Karimah dari prodi Gizi FK-KMK, Sahda Huwaidah Estiningtyas dari Statistika FMIPA, dan Naufal Septio Fathurrahman dari Teknologi Informasi, Fakultas Teknik.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Foodscan
