Komunitas Katholik UGM menggelar Misa syukur menandai perjalanan usia dua tahun perjalanan Gereja Santo Athanasius di komplek Fasilitas Kerohanian UGM. Misa syukur di pimpin Romo Agustinus Daryanto, SJ, Sabtu (21/2) diikuti 300 umat yang terdiri para dosen, mahasiswa dan warga sekitar Sekip. Menjelang akhir pelaksanaan misa dilakukan pemotongan tumpeng oleh Romo Agustinus Daryanto kepada GP Daliyo Hardjosaputro, dosen Purna tugas dari Prodi Ilmu Komputer, FMIPA UGM.
Selaku romo yang memimpin pastoral mahasiswa di wilayah DIY, Romo Agustinus Daryanto mensyukuri perjalanan 2 tahun Gereja Santo Anasthasius di Kompleks Fasilitas Kerohanian UGM. Disamping untuk mendukung belajar para mahasiswa di UGM, keberadaan Gereja Anasthasius menjadi rumah bersama untuk menumbuhkan sikap-sikap rohani. Gereja yang berada di unit FasRoh UGM tentunya sangat bermanfaat, dan mahasiswa bisa memanfaatkannya dengan baik untuk tempat bertumbuh iman. Begitu pula dengan para dosen dan tenaga kependidikan selaku fasilitator.
“Hari ini, kita bersyukur atas dua tahun perjalanan Gereja St. Athanasius UGM. Dalam perjalanan ini, kita telah mengalami kasih dan kekuatan Tuhan yang tidak pernah berhenti. Kita telah menjadi komunitas yang beriman, yang saling mendukung dan mengasihi,” ungkapnya.
Dosen Fakultas Kedokteran Gigi UGM sekaligus pengurus gereja, Prof. Dr. drg. Regina Titi Christinawati Tandelilin, M.Sc menyatakan para founder pengusul pendirian dan pengurus Gereja UGM merasakan bagaimana dalam keterbatasan dan kekuatan, Tuhan senantiasa memimpin dan memberikan kekuatan untuk menjadi komunitas yang beriman dan berdaya. Bahwa dengan iman dan kasih Gereja Anasthasius terus berkarya maju. “Untuk itu, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pimpinan UGM, umat, dan para donatur serta para pendukung liturgi pada ibadah Gereja UGM yang selama ini telah mendukung kami dalam perjalanan ini,” ucapnya.
Selaku pengurus gereja, Regina mengatakan semua pengurus telah berusaha dan berupaya agar Gereja St. Athanasius UGM dapat terus menjadi tempat yang hangat dan ramah bagi semuanya, terutama bagi mahasiswa UGM yang sedang mencari makna dan tujuan hidup. Karena itu sebagai bentuk empati sederhana dalam ulang tahun kedua, gereja memfasilitasi Unit Kegiatan Mahasiswa Katholik Misa kampus UGM peduli kepada lingkungan sekitar. Para mahasiswa yang tergabung dalam KMK Misa kampus UGM melakukan bakti Sosial berupa Donor darah Kerjasama dengan PMI, dan pemeriksaan Gigi dan Mulut yang bekerjasama dengan RSGM UGM.
Dengan dukungan dan kerja sama, Regina mengakui Gereja Anasthasius menjadi lebih berdaya guna untuk kebersamaan dan menunjang fungsi gereja katholik UGM ini secara umum, dan mampu menunjang proses pembelajaran mahasiswa sesuai tujuan UGM mendirikan fasilitas kerohanian ini. “Kita akan dapat menjadi garam dan terang di tengah-tengah komunitas UGM,” terangnya.
Regina bersyukur karena memasuki masa Pra-Paskah, Gereja Anasthasius juga telah menyelenggarakan Misa Rabu Abu yang diikuti 350 umat di lingkungan UGM. Dengan pra paskah, umat diajak memasuki retret rohani dengan berdoa, matiraga, pertobatan, amal kasih, hidup sederhana dan penyangkalan diri.
Penulis : Agung Nugroho
