Perasaan bangga dan rasa syukur diungkapkan Bella Putri Maharani usai menyelesaikan studi doktor dalam kurun waktu 3 tahun 5 bulan dengan perolehan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,98 di Kampus UGM. Selain lulus dengan predikat Cumlaude, putri asal kota Palembang, Sumatera Selatan, ini berhasil menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, pada usia 26 tahun 11 bulan 1 hari. Padahal rerata usia lulusan Program Doktor pada wisuda pascasarjana UGM pada 23 April lalu adalah 42 tahun 6 bulan 17 hari.
Menjadi lulusan doktor dengan usia termuda di wisuda UGM kali ini tidak disangka olehBella. Namun ia mengaku sangat bersyukur karena ia akhirnya bisa menyelesaikan studi doktor di kampus UGM. “Ada perasaan yang bahagia dan juga bangga terhadap pencapaian yang sudah saya dapatkan. Bersyukur, saya telah menyelesaikannya (studi doktor),” katanya, Senin (4/5).
Bella mengaku sejak remaja ia berkeinginan untuk meraih gelar doktor di usia dibawah 30 tahun. Perempuan itu mengenang bagaimana dulu saat ia SMA, ia kerap bercanda ingin berkuliah di bidang peternakan untuk memelihara unta di samping rumah. Tetapi, siapa sangka celetukan itu terwujud. Bella lolos SNMPTN dan melanjutkan S1 di jurusan Peternakan, Universitas Sriwijaya, dan kini menyelesaikan S2 dan S3-nya di bidang yang sama di fakultas Peternakan UGM. “Saya akhirnya percaya, kadang ucapan adalah doa juga. Meskipun kadang ucapan tersebut saya ucapkan secara bercanda, makanya juga kalau mau berkata itu berkata yang baik-baik,”ujarnya sambil tersenyum.
Bella mengaku melanjutkan studi pascasarjana di UGM melalui beasiswa Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Pada awalnya, sekitar tahun 2021 saat COVID-19 sedang merebak di Indonesia, Bella sempat ragu dan bimbang. Pasalnya, pada saat itu terjadi PHK di mana-mana. Apalagi mencari pekerjaan pun tak mudah. Berawal dari situ, ia pun membulatkan diri untuk melanjutkan studi dengan beasiswa. Seperti kata pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba, berkat kegigihannya, Bella berhasil mendapatkan beasiswa ini dalam usaha pertamanya.
Selama perkuliahannya di UGM, Bella mengaku bersyukur dapat bertemu dengan para pembimbing, dosen, pegawai, dan sivitas akademika yang membantunya dalam proses ini. UGM pun memfasilitasi dengan fasilitas yang baik dan memadai. Apalagi, studi S3 memerlukan kebaruan penelitian, inovasi dan teknologi. “Tentunya ini menjadi salah satu hal yang bisa saya banggakan dan ceritakan kepada orang banyak, bahwa berkuliah di UGM itu menjadikan saya insan yang dapat bekerja secara mandiri, tetapi juga tidak dilepaskan begitu saja oleh para profesor dan dosen. Mereka selalu memberikan arahan yang bermanfaat untuk keberlangsungan selama proses saya kuliah,” ujarnya.
Menuntaskan studinya, Bella menulis disertasinya yang berjudul “Efikasi Nanoenkapsulasi Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Sebagai Aditif Pakan Alami Ayam Broiler”. Ia melakukan penelitian ini hampir selama dua tahun, mulai dari pembuatan nanoenkapsulasi sampai pengecekan secara in vivo dan in vitro sampai akhirnya dapat diberikan kepada unggas.
Alasan Bella mengambil topik riset ini berangkat dari persoalan larangan penggunaan antibiotik pada ayam broiler secara terus-menerus dalam jangka panjang akan menyebabkan residu dan resistensi yang bisa berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pakan untuk mengganti pakan tersebut. Dari penelitiannya, Bella berhasil mendapatkan suatu formulasi pakan dari daun sungkai yang dapat menggantikan peran yang sama dengan antibiotik.
Meskipun dari harga yang ditawarkan antibiotik memang lebih murah, penelitian ini ternyata menghasilkan kelebihan lain yang tentunya ayam menjadi lebih sehat dan bisa digunakan untuk jangka panjang. “Tetapi ternyata hasilnya sangat bagus, bahwa pemberian nano-enkapsulasi ekstrak daun sungkai ini dapat mengurangi bakteri berbahaya di dalam saluran pencernaan seperti E.coli, Salmonella, Staphylococcus. Kemudian, nanoenkapsulasi yang saya buat tersebut juga dapat meningkatkan bobot dari ayam broiler tersebut, meskipun menurunkan konversi pakannya. Dan juga secara potongan, karkas dan juga kualitas daging itu jauh lebih baik dengan penggunaan bahan herbal tersebut,” jelasnya.
Meski memiliki hobi menulis novel fiksi dengan nama pena Bellazmr ini dan telah menerbitkan beberapa bukunya, Bella mengaku tetap saja ia merasa bahwa pengalaman menulis paper jurnal merupakan hal yang sangat berbeda. Namun, pada akhirnya tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. “Selama saya berkuliah ini, saya menyelesaikan publikasi sebanyak 6 paper, 6 jurnal bertaraf internasional, dan selama saya berkuliah ini saya sudah mengikuti 9 konferensi internasional,”kenangnya.
Selama menjalankan studi, bella mengaku tidak jarang ia kehilangan motivasi atau merasa jenuh dalam melaksanakan proses panjang studi jenjang master dan doktor. Namun, Bella bersyukur bahwa ia memiliki teman-teman yang terus memotivasinya. Selain itu, Bella pun memanajemen waktunya dengan sangat ketat. Ia memiliki timeline sendiri untuk melakukan apa yang harus ia kerjakan. “Jadi menurut saya sendiri, pintar-pintar kita membuat timeline dalam satu hari itu kita harus ngapain,” ingatnya.
Terakhir, ia berpesan bahwa bermimpilah setinggi-tingginya. Menurutnya, jika mimpi tersebut belum tercapai, jangan buru-buru mengubah mimpi, namun ubahlah bagaimana cara meraihnya. Ia mengenang, awalnya pun saat masih menjadi mahasiswa baru saat S1 dulu, ia sempat ingin berhenti kuliah. Namun, dosennya dulu sempat berpesan padanya untuk menjalani takdir yang diberikan dengan sebaik mungkin. Dari situ Bella mulai melihat kegagalan-kegagalan yang pernah dilaluinya sebagai bagian dari takdir tersebut, dan pada takdir pula yang membawanya kuliah ke kampus UGM. Ia pun berharap bahwa apa yang sudah ia capai saat ini dapat memberikan manfaat kepada bangsa dan masyarakat kelak. “Saya juga minta doanya, semoga dengan usia semuda ini saya bisa berkontribusi lebih panjang pada bidang saya, khususnya bidang peternakan. Berangkat dari suatu beasiswa yang sudah diberikan, yang sudah diamanahkan oleh pemerintah Indonesia, yang nantinya semoga bisa juga berkontribusi terhadap Indonesia,”pungkasnya.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Bella
