Menembus kuliah di kampus impian tidaklah mudah bagi Salsabila Sabrina Rasya (18). Gadis asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini sudah mempersiapkan diri sejak semester pertama di bangku SMA. Ia fokus menjaga konsistensi nilai akademik sambil terus memperdalam minatnya di bidang ekonomi dan akuntansi. Keseriusannya membuahkan hasil melalui berbagai prestasi nasional, di antaranya Medali Emas Olimpiade Nasional Gemanesia bidang Akuntansi dan Medali Emas Olimpiade Science Explorers Online bidang Ekonomi.
Selain aktif di bidang akademik, Salsabila juga dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan. Sejak kecil ia mengikuti kegiatan tahfidz dan beberapa kali mengikuti lomba tahfidz sejak sekolah dasar. Kemampuannya di bidang tersebut bahkan membawanya masuk SMA melalui jalur tahfidz. Selama SMA, ia juga aktif dalam organisasi rohis.
Rasa syukur tak henti diucapkan Salsabila saat mengetahui dirinya dinyatakan lolos masuk prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Momen pengumuman pada 31 Maret 2026 kala itu masih membekas jelas dalam ingatannya. Diliputi rasa takut tidak diterima, Salsabila bahkan sengaja menunda membuka hasil pengumuman hingga akhirnya tertidur. Saat sang ibu memintanya membuka pengumuman, air matanya kembali pecah karena cemas. Namun suasana berubah haru ketika ibunya yang terlebih dahulu melihat hasil di ponsel spontan berteriak, “Alhamdulillah,” tanda ia berhasil diterima di kampus impian.
“Saat itu saya tidak berani membuka pengumuman, sering menangis karena takut tidak diterima. Akhirnya, Ibu yang membuka dan berteriak Alhamdullilah. Saya pun senang bercampur sedih karena nantinya harus merantau berpisah dari Ibu,” ungkapnya, Selasa (19/5).
Keinginan kuat untuk melanjutkan kuliah di UGM mendapat dukungan penuh dari sang ibu, Sri Indah (48). Sebagai orang tua, ia harus menghadapi berbagai tantangan demi memastikan putrinya bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Sri Indah mengaku sempat merasa takut putrinya tidak diterima melalui jalur SNBP. Namun di tengah kekhawatiran tersebut, ia memilih terus mendukung pilihan putrinya dan percaya pada usaha yang telah dijalani selama ini. “Sangat senang dan bangga, Salsabila bisa masuk FEB UGM tanpa tes dan kuliah gratis. Ini merupakan jawaban doa-doa yang saya panjatkan selama ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca menahan perasaan bahagia bercampur haru.
Sri Indah sempat diliputi rasa cemas saat harus melepas putrinya merantau jauh dari kota kelahiran demi mengejar impian berkuliah di FEB UGM. Kendati demikian, ia terus meyakinkan dirinya dan sang putri untuk tetap kuat menjalani proses tersebut. Sebagai seorang ibu, Sri Indah berharap putrinya kelak dapat meraih kesuksesan.“Harapannya Salsabila selalu diberikan kemudahan dalam setiap langkah, dipermudah jalannya dalam menuntut ilmu,” harapnya.
Salsabila terlahir sebagai anak tunggal. Saat ini ia tinggal bersama dengan sang ibu yang membuka toko kelontong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Kebahagiaan Salsabila kian membuncah ketika ia mengetahui mendapatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% sehingga menjalani kuliah secara gratis.
“Yang jelas senang dan bersyukur karena bisa kuliah gratis dan meringankan keluarga mengingat ibu adalah satu-satunya tulang punggung keluarga,” tuturnya.
Reportase: Sulthan Thariq Firmansya/Humas FEB
Penulis : Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Humas FEB
