Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun 2026 di Grha Sabha Pramana, Kamis (21/5). Pada periode ini, UGM mewisuda sebanyak 1.762 mahasiswa yang terdiri atas 1.644 lulusan program sarjana dan 118 lulusan program sarjana terapan, termasuk 5 mahasiswa asing. Adapun wisudawan pada hari kedua ini berasal dari Fakultas Filsafat, Fakultas Geografi, FIB, Fisipol, FK-KMK, FKG, Faperta, dan Sekolah Vokasi. Secara keseluruhan, wisuda periode ini mencatatkan tren positif pada efisiensi waktu studi program sarjana yang rata-rata diselesaikan dalam kurun waktu 2 tahun 11 bulan. Kualitas akademik lulusan juga tergolong tinggi dengan raihan IPK rata-rata 3,6.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi program sarjana dan sarjana terapan. Dalam kesempatan itu, Rektor mengajak para lulusan baru untuk membangun jejaring kolaborasi melalui Kagama dan ikut berkontribusi dalam kegiatan Tri Dharma bersama almamater.
Menurutnya, menjadi lulusan UGM tidak sekadar mengantongi ijazah dan sukses mendapatkan pekerjaan, melainkan harus mampu menjadi pribadi yang berkarakter serta memberikan dampak nyata bagi kehidupan bermasyarakat. “Melalui Kagama, saudara bisa membangun jejaring kolaborasi dan berkontribusi dalam kegiatan Tri Dharma bersama Almamater tercinta. Sebab menjadi lulusan UGM tidak sekadar mengantongi ijazah dan sukses mendapatkan tapi juga harus menjadi pribadi yang berkarakter serta berdampak bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Dikatakan Rektor, perkembangan teknologi dan dinamika global saat ini menuntut adanya kolaborasi adaptif lintas sektoral. Oleh karena itu, UGM berkomitmen kuat untuk terus menggiatkan pengembangan keilmuan, kompetensi, keterampilan, dan penguatan karakter mahasiswa. “Kapasitas tersebut menjadi bekal yang baik untuk memperluas peluang kerja. Jadi, bukan sebatas menjadi orang yang bekerja, tetapi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan mindset dan karakter entrepreneur, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan industri, termasuk mengembangkan industri kreatif untuk mendorong kemandirian bangsa,” ungkapnya.
Ketua Bidang Hukum Pengurus Pusat (PP) Keluarga Gadjah Mada (Kagama), Danang Girindrawardana, S.IP, MPA mengemukakan hal mengenai ketatnya persaingan di dunia kerja di tengah situasi ekonomi global yang dinamis. Mengutip data nasional, Danang menyebut tingkat pengangguran terbuka lulusan S1 masih berada di angka 5,39 dengan tantangan terbesar ialah bagaimana lulusan dapat terserap secara optimal dalam satu tahun pertama kelulusan. Lantas, ia menyarankan kepada mahasiswa agar memiliki penguasaan keahlian baru di luar mimbar akademik sebagai nilai jual. “Setiap tahun kita berkompetisi 1 banding 2,99 juta lulusan. Semua hal yang Anda pelajari di kampus ini perlu ditambah lagi dengan keahlian–keahlian baru, seperti kecakapan komunikasi, dan kecakapan relasi agar menjadi seorang pengusaha atau profesional,” paparnya.
Danang juga menitipkan pesan agar alumni UGM tetap mempertahankan nalar kritis terhadap jalannya pemerintahan serta menjaga nama baik almamater melalui dedikasi yang nyata. “Jaga nama baik UGM. Karena reputasi UGM itu dibangun dari teman-teman alumni yang bekerja dan berdedikasi,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan wisudawan dari FKKMK, Tegar Rinang Pratama juga mengakui bahwa tantangan berat selama perkuliahan dan mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap rendah hati serta mengedepankan empati di dunia kerja. “Sebab dunia tidak hanya membutuhkan orang yang pintar, tetapi juga orang yang mau mendengar dan saling memahami. Semoga ilmu itu tetap hadir dalam tindakan kita, dalam cara kita memperlakukan sesama, serta dalam keberanian kita untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Aldi Firmansyah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
