Sebanyak 57 mahasiswa dan akademisi yang berasal University of Technology Sydney (UTS), Australian National University (ANU) dan Universitas Gadjah Mada, mengikuti International Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development 2026 bertajuk From Ecosystems to Repositories: Data-Driven Insights into Tropical Biodiversity yang berlangsung pada 6–24 Juli 2026 di Kampus UGM.
Para peserta dalam kegiatan ini akan mempelajari pemanfaatan teknologi berbasis data dalam riset, konservasi, dan pengelolaan biodiversitas tropis secara berkelanjutan. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, mengatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas akademik peserta, melainkan juga memperkuat kolaborasi global dalam upaya konservasi biodiversitas.
“Program ini bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan ilmiah, tetapi juga membangun persahabatan internasional, bertukar gagasan lintas budaya, serta memperkuat kolaborasi global dalam menjawab tantangan konservasi biodiversitas dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (22/7).
Menurut Eko, para peserta akan mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman yang menjadi bagian dari rangkaian program. Sebagai bagian dari experiential learning, peserta juga mengikuti field trip selama dua hari di Stasiun Geologi Bayat, Klaten, dan Pantai Porok, Gunungkidul. “Dalam kegiatan tersebut, peserta memadukan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik lapangan melalui eksplorasi biodiversitas, penerapan teknologi geospasial, hingga teknik dokumentasi dan preservasi spesimen,” ujarnya.
Selama kegiatan lapangan, peserta mempelajari penggunaan unmanned aerial vehicle (UAV) atau drone untuk memperoleh data spasial dan mendukung pemetaan habitat serta pemantauan ekosistem. Mereka juga melakukan eksplorasi biodiversitas, pengambilan sampel di kawasan pesisir, diskusi kelompok, serta mengintegrasikan data biologis dan geospasial untuk mendukung analisis ekosistem.
Lebih lanjut, seluruh hasil pengamatan lapangan kemudian didokumentasikan dan diunggah ke platform iNaturalist sebagai bagian dari penguatan konsep open science dan citizen science. Melalui pendekatan ini, data biodiversitas yang diperoleh peserta dapat menjadi bagian dari basis data global yang mendukung penelitian maupun upaya konservasi.
Selain memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, Eko menyebutkan penyelenggaraan International Summer Course juga menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan internasional. Sebab, di sela penyelenggaraan program, Head of the School of Life Sciences University of Technology Sydney, Prof. Ian Menz, turut mendampingi mahasiswa UTS selama mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan lapangan. “Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas penguatan kerja sama antara UTS dan Fakultas Biologi UGM, termasuk pengembangan mobilitas mahasiswa, perluasan program pertukaran, penjajakan program double degree, serta kolaborasi akademik dan riset lainnya,” paparnya.
Bagi Eko, program ini tidak hanya memperluas wawasan akademik peserta, tetapi juga memperkuat jejaring riset, pertukaran pengetahuan, dan kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Australia
Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa perkembangan genomik, bioinformatika, teknologi geospasial, dan ilmu data telah mengubah cara para ilmuwan mempelajari, melestarikan, dan mengelola keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
“Kemajuan di bidang genomik, bioinformatika, teknologi geospasial, dan ilmu data telah mengubah cara kita mempelajari, melestarikan, dan mengelola keanekaragaman hayati secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Seperti diketahui kegiatan International Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development merupakan hasil kolaborasi Fakultas Biologi UGM, Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, University of Technology Sydney (UTS), dan Australian National University (ANU) melalui dukungan pendanaan New Colombo Plan (NCP) Australia, Hibah EQUITY Inovasi dan Internasionalisasi Akademik, serta PT Dynata Inovasi Corporalab.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Fakultas Biologi
