Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada genap berusia 63 tahun. Selama enam dekade lebih, Fakultas ini banyak melahirkan lulusan yang telah berkontribusi dalam mengembangakan ilmu pengetahuan tentang bumi serta segala hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya, serta mendorong edukasi dan literasi masyarakat untuk mengasah kesadaran ekologis dan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan bahwa Fakultas Geografi memiliki peran penting kelestarian bumi sebagai satu kesatuan sistem yang saling terhubung. Ia turut mengapresiasi keluarga besar Fakultas Geografi yang telah memberikan kontribusi terbaik untuk mengembangakan ilmu pengetahuan tentang bumi serta segala hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya dan turut mendukung pengembangan Universitas Gadjah Mada.
Ova mengharapkan Fakultas Geografi untuk terus melakukan kajian riset yang berorientasi pada solusi, inovasi, dan memanfaatkan teknologi mutakhir. Mampu menghubungkan sains dan kebijakan pembangunan serta meningkatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Namun yang tidak kalah penting, meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat untuk mengasah kesadaran ekologis dan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan. “Saya meyakini bahwa inovasi dan kolaborasi secara berkelanjutan sudah menjadi basis pengembangan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Fakultas Geografi,” ujarnya dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-63 pada Selasa (1/9) di Auditorium Merapi.
Dalam kesempatan itu, Ova juga menyoroti berbagai riset yang telah dilakukan merupakan bentuk rekam jejak dedikasi fakultas dalam karya nyata dan solusi krisis lingkungan. Mulai dari riset pengukuran sumber air, pengelolaan sampah untuk menekan dampak pencemaran lingkungan, kajian atas perubahan iklim emisi gas rumah kaca, keterlibatan dalam berbagai desain kebijakan, serta upaya pembangunan wilayah berkelanjutan. “Semoga melalui rangkaian peringatan Dies Natalis tahun ini mampu menjadi pemantik semangat baru bagi kita semua terutama civitas fakultas untuk menjadikan geografi sebagai landasan utama bagi lahirnya teknologi dan inovasi yang mampu memberikan solusi di berbagai persoalan lingkungan,” harapnya.
Sementara Dekan Fakultas Geografi, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., dalam pidato laporan tahunan, menyampaikan beberapa capaian fakultas selama periode 2021 – 2026. Pada bidang akademik dan kemahasiswaan, seluruh program studi di Fakultas Geografi berhasil memperoleh akreditasi nasional dan internasional, meningkatnya jalinan kerja sama double degree dengan mitra strategis luar negeri, dan semakin banyaknya mahasiswa internasional.
Dosen Departemen Sains Informasi Geografis, Fakultas Geografi UGM, Dr. Sc. Sanjiwana, Arjasakusuma, dalam orasi ilmiah yang berjudul ‘The Geographical Intelligence: Merangkai Kecerdasan menuju Kebijaksanaan Spasial untuk Kelestarian Bumi’, menegaskan geographical intelligence bukan sekadar membangun kecerdasan spasial, melainkan merangkai kebijaksanaan spasial, sebuah kesadaran akan kebijaksanaan yang secara seimbang menjaga harmoni antara manusia, teknologi, dan Bumi.
Melalui paradigma ini, geographical intelligence ditempatkan sebagai panduan moral, intelektual, dan praktis bagi kolaborasi nasional dan global untuk mengawal peradaban yang berkelanjutan. “Kecerdasan yang paling bernilai bukanlah kecerdasan yang mampu menguasai Bumi, melainkan kecerdasan yang bijak dalam merawat dan menjamin keberlanjutan kehidupan setiap makhluk hidup di atasnya,” jelasnya.
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Firsto
