Universitas Gadjah Mada mencatat peningkatan dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Dalam pemeringkatan yang dirilis pada 30 September 2026 tersebut, UGM menempati kelompok peringkat 801–1000 dunia, meningkat dari kelompok 1201–1500 pada edisi sebelumnya. Di tingkat nasional, UGM berada dalam kelompok peringkat kedua bersama UIN Sunan Kalijaga.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., menjelaskan bahwa UGM dan UIN Sunan Kalijaga berada dalam kelompok peringkat dunia yang sama. Urutan nama perguruan tinggi dalam kelompok tersebut mengikuti alfabetis, sehingga urutan yang muncul dalam daftar tidak menunjukkan perbedaan posisi peringkat. “Kita sangat merasa bersyukur ya UGM mempertahankan posisinya di ranking dua nasional bersama dengan UIN,” ujar Wening, Jumat (9/10).

THE WUR 2027 mencakup 2.297 universitas dari 118 negara. Pemeringkatan ini menggunakan lima indikator utama, yakni Teaching dengan bobot 29,5 persen, Research Environment sebesar 29 persen, Research Quality sebesar 30 persen, Industry sebesar 4 persen, serta International Outlook sebesar 7,5 persen. Kelima indikator tersebut menggambarkan kinerja perguruan tinggi dalam pengajaran, lingkungan dan kualitas penelitian, keterkaitan dengan industri, serta perspektif internasional.
Wening berujar skor UGM meningkat pada seluruh indikator yang dinilai. Pada indikator Teaching, skor UGM naik dari 33,1 menjadi 37,1. Skor Research Environment meningkat dari 24,0 menjadi 33,1, sedangkan Research Quality naik dari 31,3 menjadi 36,3. Pada indikator Industry, skor meningkat dari 57,2 menjadi 58,5, sementara International Outlook naik dari 43,9 menjadi 50,0.
Dari kelima indikator tersebut, Research Environment menjadi salah satu capaian penting UGM. Pada indikator ini, UGM memperoleh skor tertinggi di tingkat nasional. Capaian tersebut mencerminkan kekuatan ekosistem penelitian UGM, yang meliputi reputasi penelitian, kemampuan memperoleh pendanaan riset, serta produktivitas publikasi ilmiah.

Peningkatan skor pada seluruh indikator menunjukkan perkembangan kinerja UGM dalam berbagai aspek yang dinilai THE. Meski demikian, hasil pemeringkatan tidak hanya perlu dibaca melalui posisi universitas dalam daftar, tetapi juga melalui indikator yang menggambarkan kekuatan dan ruang pengembangan masing-masing perguruan tinggi.
Wening mengatakan UGM akan terus memperkuat aspek-aspek kinerja yang masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, pemeringkatan merupakan salah satu cara masyarakat melihat kinerja perguruan tinggi, bukan tujuan utama institusi. “Kita akan terus-menerus melakukan penguatan di dalam berbagai aspek yang kita merasa masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Ke depan, UGM berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian serta meningkatkan kontribusi akademiknya. Hasil THE WUR 2027 menjadi salah satu bahan refleksi bagi universitas untuk melihat perkembangan kinerja sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat secara berkelanjutan.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie
