Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada mengembangkan program pelatihan khusus Membangun Jiwa Merdeka Berbasis Filsafat dan Tasawuf melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) dan coaching. Program pengabdian masyarakat tersebut menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap dan Institut Agama Islam KH. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang yang diselenggarakan di Kampus INSIMA Majenang, pada Rabu (10/6) lalu.
Dr. Heri Santoso, Dosen Fakultas Filsafat UGM, mengatakan program pelatihan ini sudah dirintis sejak 2019 tersebut diselenggarakan dalam berbagai bentuk, seperti penelitian, pelatihan, coaching, dan pendampingan masyarakat. “Kita berkomitmen melahirkan kader-kader penggerak yang mampu mengembangkan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kesadaran kritis di tengah masyarakat” ujar Heri dalam kterangan yang dikirim Senin (17/6).
Melalui kegiatan pengabdian ini, kata Heri, UGM berupaya membangun ruang pembelajaran sekaligus kaderisasi calon pelatih yang berkompeten dalam pengembangan manusia berbasis refleksi filosofis dan nilai spiritual. “Kita ingin membuka ruang dialog antara filsafat, tasawuf, dan praktik pengembangan diri dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer,” paparnya.
Dikatakan Heri, peserta kegiatan berasal dari lapisan, seperti pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta calon fasilitator program. Sebagai program pendampingan masyarakat, Coaching Membangun Jiwa Merdeka turut membangun aktivitas stimulasi batin, dan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi. Kegiatan ini memadukan penguatan konsep, refleksi diri, simulasi coaching, praktik langsung, dan pendampingan pengalaman batin bagi peserta. “Pembelajaran berlangsung secara interaktif melalui diskusi, refleksi, dan latihan yang mendorong peserta untuk mengenali kembali potensi diri serta makna kebebasan dalam kehidupan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, ujar Heri, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama antara Fakultas Filsafat UGM, INSIMA, UNUGHA, dan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M). Lewat kerja sama ini diharapkan bisa memperkuat kapasitas kelembagaan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta pengembangan jejaring akademik. “Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini direncanakan akan terus diperluas dengan menggandeng berbagai mitra akademik dan kegiatan pengabdian masyarakat,” paparnya.
Fahrur Rozi, M.Hum. selaku Kepala LP3M UNUGHA, menyampaikan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program Coaching Membangun Jiwa Merdeka memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan berbagai metode pengembangan diri yang banyak berkembang saat ini. Ia menyampaikan bahwa program ini berusaha menghadirkan pendekatan yang lebih mendalam dengan bertumpu pada nilai-nilai keagamaan, refleksi, dan kesadaran batin manusia. “Di Indonesia ini banyak model solusi yang menggunakan hipnosis. Namun model program Coaching Membangun Jiwa Merdeka ini lebih dalam karena bertumpu pada nilai-nilai Al-Fatihah, Al-Qur’an, Asmaul Husna, dan hati nurani manusia,” tegasnya.
Penulis : Ika Agustine dan Gloria/Humas Filsafat
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
