Untuk mendukung konservasi sumber daya perikanan perairan umum daratan, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DKP DIY) melaksanakan kegiatan penebaran benih ikan lokal di Danau Wisdom Park UGM, Senin (18/5). Penebaran ikan dilakukan menggunakan spesies lokal yang dinilai adaptif terhadap habitat alami dan aman bagi keseimbangan ekosistem perairan. Benih ikan lokal yang ditebar meliputi 2.200 ekor ikan wader, 1.500 ekor ikan nilem, dan 3.750 ekor ikan tawes. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi multipihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem akuatik di DIY. Selain penebaran benih ikan, kegiatan juga diisi dengan aksi bersih sungai di kawasan Wisdom Park UGM.
Selain diikuti oleh peserta dari kedua institusi, kegiatan ini juga dihadiri oleh akademisi dari University of Tasmania Prof. Caleb Gardner. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pelestarian sumber daya perairan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis ilmu pengetahuan dan konservasi. Melalui kegiatan ini, UGM turut mengambil peran dalam mendukung upaya pelestarian ikan lokal dan keberlanjutan ekosistem perairan umum.
Direktur SDM UGM sekaligus Guru Besar Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D. menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah terjalin antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Ia berharap benih ikan yang ditebar dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik sehingga memberikan manfaat ekologis maupun edukatif bagi masyarakat dan lingkungan kampus. Menurutnya, keberhasilan konservasi sumber daya perairan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan. Suadi mengungkapkan kegiatan seperti ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan ekosistem perairan. “Kami berharap ikan yang ditebar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Mewakili Departemen Perikanan UGM, Prof. Djumanto, menegaskan penggunaan spesies lokal menjadi langkah penting agar kegiatan restocking tidak mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Ia menjelaskan spesies ikan lokal memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap kondisi habitat perairan setempat dibandingkan spesies introduksi. Menurutnya, pendekatan tersebut penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan populasi ikan sekaligus mempertahankan fungsi ekologis perairan umum di DIY.
Sementara itu, Kepala DKP DIY R. Hery Sulistio Hermawan, menjelaskan kegiatan penebaran ikan merupakan tindak lanjut kerja sama antara UGM dan DKP DIY dalam mendukung konservasi sumber daya ikan lokal. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan populasi ikan di habitat alaminya, tetapi untuk menjaga keberlangsungan ekosistem perairan umum di DIY. Ia mengungkapkan program penebaran ikan lokal sebelumnya telah dilakukan di 13 lokasi perairan umum di wilayah DIY sebagai bagian dari strategi konservasi dan rehabilitasi sumber daya perikanan berbasis ekosistem. “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya ikan lokal dan ekosistem perairan umum secara berkelanjutan,” tutur Hery.
Penebaran benih ikan dilakukan sebagai upaya memperkuat populasi ikan lokal di perairan umum sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Penggunaan spesies lokal dinilai lebih adaptif terhadap kondisi habitat sehingga mampu meminimalkan risiko gangguan ekologis. Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM bersama DKP DIY berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian ikan lokal dan pengelolaan sumber daya perairan umum dapat terus meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi sumber daya perikanan secara berkelanjutan di DIY.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Departemen Perikanan UGM
