Sebanyak 100 Mahasiswa Baru Universitas Gadjah Mada menanam 36 bibit pohon di lingkungan Sekolah Vokasi UGM pada Selasa (11/8). Terdiri dari bibit pohon Tanjung (Mimusops elengi), Pule (Alstonia scholaris), dan Asem Jawa (Tamarindus indica).
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bibit pohon ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah tutupan hijau, memperbaiki kualitas lingkungan kampus, serta menciptakan ruang belajar yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan. “Aksi ini sebagai bentuk nyata dalam komitmen untuk mewujudkan kampus sehat, aman, ramah lingkungan, berbudaya, dan bertanggung jawab sosial,” kata Ova.
Dikatakan Ova, penanaman pohon sebagai rangkaian dalam action plan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi bagi Mahasiswa Baru (PIONIR) dipilih sebagai salah satu agenda yang menjadi cerminan komitmen UGM dalam memperkuat budaya keberlanjutan sekaligus memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kita ingin mahasiswa baru ikut memberikan program yang berdampak bagi lingkungan sosial dan masyarakat serta bagian dari penguatan Program Green Campus UGM,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga melakukan penyaluran tanaman buah dalam pot (tabulampot) untuk ditanam di lingkungan RT dan RW sebagai upaya mendorong terbentuknya ruang hijau produktif di kawasan permukiman. “Dengan tanaman buah seperti mangga, jambu air, kelengkeng, dan tanaman buah lainnya harapannya bisa memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Dikatakan Ova, upaya membangun lingkungan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang mana melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, partisipasi aktif ini menjadi simbol sekaligus wujud nyata kepedulian UGM terhadap kelestarian lingkungan hidup serta menanamkan kesadaran sejak dini bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya berarti mengembangkan kapasitas akademik, tetapi juga membangun karakter sebagai warga dunia yang bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, dan berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Koordinator Umum PIONIR Gadjah Mada 2026, Muhammad Ariq Bagaskara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan. “Harapannya dapat menumbuhkan semangat Green Campus yang disemarakkan oleh PIONIR Gadjah Mada 2026 untuk melakukan penanaman pohon di sekitar lingkungan kita sehingga teman-teman Gamada dapat memahami semangat UGM untuk mewujudkan Green Campus,” terang Ariq.
Sekedar informasi, rangkaian program aksi tanam pohon ini dilaksanakan juga penyaluran bibit kepada sejumlah kelurahan di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Sebanyak 20 Kelurahan di Kabupaten Sleman meliputi Minomartani, Trihanggo, Sinduadi, Caturtunggal, Maguwoharjo, Condong Catur dan di Kota Yogyakarta meliputi Terban, Baciro, Bumijo, Cokrodiningrat, Gowongan, Klitren, Prawirodirjan, Warungboto, Muja Muju, Pakuncen, Wirobrajan, Karangwaru, Kricak, Tegalrejo.
Sejumlah daerah tersebut menerima bibit tanaman yang tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga mengutamakan nilai ekologis antara lain cemara udang, tabebuya, indigofera, jambu mete, dan berbagai jenis tanaman lainnya. Mahasiswa baru UGM pun turut berperan untuk melakukan penanaman di wilayah tersebut.
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
