Sebanyak lebih dari 10 ribu mahasiswa baru akan mengikuti Pekan Orientasi dan Inisiasi Pembelajar Sukses Universitas Gadjah Mada (PIONIR Gadjah Mada). Kegiatan ini merupakan program pengenalan sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada yang berlandaskan nilai-nilai yang dianut UGM sebagai institusi pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, PIONIR diharapkan tidak hanya menjadi media orientasi bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi upaya untuk membentuk individu sebagai pembelajar yang sukses dalam berpikir, bertutur kata, dan bertindak, baik di ruang akademik maupun nonakademik. Selain itu, mahasiswa baru juga diajak memiliki kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan sosial, salah satunya melalui program action plan.
“PIONIR merupakan bagian dari upaya menciptakan mahasiswa sebagai pembelajar yang sukses dalam berpikir, bertutur kata, dan bertindak, serta menjunjung tinggi nilai antikekerasan, baik secara fisik maupun mental, di lingkungan akademik maupun nonakademik.,” ujar Dr. Hempri Suyatna, Direktur Kemahasiswaan UGM, dalam sharing session podcast yang bertajuk “Mengenal Lebih Dekat PIONIR Gadjah Mada 2026”, Rabu (29/7).
PIONIR akan diselenggarakan pada 3–15 Agustus 2026 dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menyambut mahasiswa baru UGM. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pengenalan UGM, pengenalan fakultas, pengembangan soft skills, pelaksanaan action plan, hingga upacara penutupan.
Hempri mengatakan bahwa materi yang disampaikan dalam PIONIR Gadjah Mada sangat beragam dan diharapkan dapat membantu Gamada beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan sekaligus meningkatkan social awareness yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Menurut Hempri, berbagai materi tersebut diharapkan dapat dipahami dan diinternalisasi oleh Gamada sebagai bekal selama menempuh pendidikan di UGM. “Harapannya, mahasiswa UGM dapat mengadopsi nilai-nilai ke-UGM-an, seperti Mengakar Kuat Menjulang Tinggi, serta karakter yang dijunjung tinggi di lingkungan UGM. Dengan demikian, mahasiswa baru memiliki soft skills yang memadai sehingga tidak mengalami culture shock saat memasuki dunia perguruan tinggi,” ujarnya.
Ketua Task Force PIONIR, Muhammad Prima Putra, mengatakan bahwa melalui action plan, mahasiswa baru akan diajak mengenali kondisi masyarakat di kalurahan sekitar UGM sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Prima juga menjelaskan penutupan PIONIR tahun ini akan dikemas secara istimewa, tidak hanya bagi mahasiswa baru dan orang tua, tetapi juga masyarakat umum. Menurutnya, masyarakat selalu memiliki antusiasme tinggi terhadap berbagai inovasi yang dihadirkan UGM. “Penutupan PIONIR ini bukan hanya dinantikan oleh Gamada dan orang tua, tetapi rasanya seluruh Indonesia ingin melihat gebrakan yang akan kami hadirkan,” ujarnya.
Menurut Prima, salah satu tantangan dalam penyelenggaraan PIONIR adalah memenuhi ekspektasi mahasiswa maupun masyarakat agar kegiatan ini tetap menjadi pengalaman yang berkesan, mengingat PIONIR merupakan salah satu agenda ikonik UGM. Untuk itu, seluruh sivitas akademika UGM bersama panitia mahasiswa terus berkolaborasi menghadirkan penyelenggaraan PIONIR yang mampu menjawab harapan berbagai pihak.
Koordinator Umum PIONIR, Muhammad Ariq Bagaskara, menjelaskan bahwa action plan menjadi salah satu kegiatan yang memungkinkan Gamada terjun langsung ke tengah masyarakat. Sebelum terlibat di lapangan, mahasiswa baru akan memperoleh pembelajaran di kelas yang kemudian diimplementasikan melalui berbagai aktivitas bersama masyarakat. Tidak hanya mengimplementasikan materi yang diperoleh, Gamada juga diharapkan dapat berbaur dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Mengusung tema “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata”, action plan PIONIR 2026 diharapkan mampu memperkenalkan mahasiswa baru pada masyarakat dan lingkungan Yogyakarta secara lebih utuh.
Bagaskara menuturkan bahwa setiap penyelenggaraan PIONIR selalu menghadirkan inovasi baru. Tingginya ekspektasi terhadap PIONIR menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Oleh karena itu, proses kreatif telah dimulai sejak Januari dengan melalui berbagai tahapan yang penuh tantangan. Khusus pada tahun ini juga, PIONIR menghadirkan inovasi terbaru yang tidak pernah ada di PIONIR tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun PIONIR selalu menghadirkan inovasi baru, dan ekspektasi masyarakat pun selalu tinggi. Sejak Januari, teman-teman panitia sudah mempersiapkan berbagai konsep melalui proses kreatif yang panjang dan penuh tantangan. Akan ada sesuatu yang berbeda pada PIONIR tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Semoga dapat menjadi penyambutan yang berkesan dan istimewa bagi Gamada.”
Ia berharap PIONIR sebagai wajah pertama UGM mampu memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru.”PIONIR merupakan wajah pertama UGM. Di sinilah Gamada akan bertemu dengan keluarga pertamanya di kampus UGM. Harapannya, mereka dapat menikmati seluruh proses pembelajaran dan dinamika yang akan dilalui bersama,” pungkasnya.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Humas UGM
