Kontingen Pencak Silat UGM Sabet 8 Medali di Ajang POMDA DIY
Kontingen pencak silat Universitas Gadjah Mada meraih delapan medali dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) DIY 2026 yang berlangsung pada 18–20 Oktober 2026. Dari 16 kontingen perguruan tinggi yang berpartisipasi, UGM berhasil membawa pulang satu medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu. Hasil tersebut mengantarkan UGM menempati peringkat kelima dalam perolehan medali keseluruhan. Medali diraih melalui sejumlah kategori tanding dan seni, dengan kontribusi mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UGM.
Medali emas diraih Nahla Faiza Rahma dari Fakultas Teknik pada kategori Jurus Tunggal Dewasa Putri. Tiga medali perak masing-masing diraih Khonsa Aulia Rasyid dari Sekolah Vokasi pada kategori Kelas A Putri Dewasa, Fajwa Nur Azzahra dari Fakultas Teknik pada kategori Kelas D Dewasa Putri, serta tim Beregu Dewasa Putri yang terdiri atas Alfi Jihan Rafiqoh dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Aisya Rachmania Armayadi dari Fakultas Psikologi, dan Sukma Aulia Fathi Jannah dari Fakultas Geografi.
Adapun empat medali perunggu diraih Naila Hanun dari Fakultas Pertanian pada kategori Kelas F Putri Dewasa, Keysa Rheizfanayya Kamila dari Fakultas Hukum pada kategori Kelas C Dewasa Putri, Dinar Anggit Nurul Iman dari Fakultas MIPA pada kategori Jurus Tunggal Bebas Dewasa Putri, serta Raisya Farrel Defrizal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis pada kategori Kelas E Dewasa Putra.
Manajer Kontingen POMDA UGM cabang olahraga pencak silat sekaligus Ketua UKM Pencak Silat IPSI UGM, Historyza Ardiyan, menyampaikan bahwa persiapan menuju kompetisi menghadirkan tantangan tersendiri bagi para atlet. Selain menghadapi persaingan dengan kontingen dari berbagai perguruan tinggi di DIY, para atlet juga perlu mengatur waktu latihan dan aktivitas akademik. “Tantangan terbesar yang kami hadapi untuk mempersiapkan pertandingan ini adalah timeline yang berbarengan dengan UTS. Di mana pertandingan dilaksanakan pada H+2 setelah UTS selesai. Kami harus bisa menyeimbangkan antara kami belajar dan juga waktu kami latihan. Di tengah-tengah masa UTS kami harus berlatih empat kali seminggu,” ungkap Historyza dalam keterangan yang dikirim Senin (2/11).
Menurutnya, para atlet juga harus menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama menjalani persiapan. Kebutuhan untuk mempertahankan kebugaran di tengah keterbatasan waktu istirahat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum pertandingan. “Di dalam kondisi kurang istirahat dan juga kurang tidur dikarenakan harus belajar, kami juga dituntut untuk harus selalu bisa maintain kondisi badan kami agar selalu dalam kondisi terbaik,” jelasnya.
Di samping tantangan tersebut, ketatnya persaingan antarkontingen turut menjadi perhatian dalam kompetisi ini. Para atlet UGM harus bersaing dengan 15 kontingen perguruan tinggi lainnya untuk memperoleh hasil terbaik di masing-masing kategori.“Selain waktu, kami juga menghadapi tantangan lain, yaitu persaingan yang begitu ketat. Di pertandingan itu kami harus menghadapi 15 kontingen dari universitas yang ada di DIY. Ketatnya persaingan tersebut menjadi tantangan besar bagi kami,” tutur Historyza.
Capaian delapan medali ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya. Historyza berharap prestasi yang diraih dapat memotivasi atlet peraih medali untuk mempertahankan performa sekaligus mendorong atlet lainnya agar terus mengembangkan potensi.“Kami berharap prestasi yang kami torehkan sekarang dapat menjadi batu loncatan dan juga motivasi bagi teman-teman yang meraih medali untuk selalu bisa step up agar selalu mendapatkan hasil yang lebih baik lagi ke depannya. Bagi yang belum juara, dapat termotivasi untuk selalu mengejar juara untuk ke depannya,” ujarnya.
Ia juga mendorong anggota UKM Pencak Silat IPSI UGM yang belum terpilih menjadi bagian dari kontingen untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan agar dapat bersaing secara sehat dalam proses seleksi berikutnya.“Dan juga bagi teman-teman UKM lain yang belum terpilih sebagai salah satu kontingen bisa improve dan bersaing sehat dengan anak-anak lainnya,” pungkas Historyza.
Ke depan, hasil POMDA DIY 2026 diharapkan menjadi bekal bagi kontingen pencak silat UGM untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih baik. Selain menjadi pencapaian bagi atlet yang bertanding, pengalaman kompetisi ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan anggota UKM Pencak Silat IPSI UGM dalam mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan selanjutnya.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. UKM Pencak Silat
