Berlatarkan pemandangan Gunung Sumbing dan Sindoro, Dusun Jurang, Desa Kemloko, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Minggu (6/9), mendadak ramai. Pagi itu, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kemloko resmi meluncurkan Pasar Pagi Minggu Legi Ngangeni. Pasar pagi ini juga menghadirkan beragam jajanan lawas, pentas seni rakyat dan senam pagi.
Animo masyarakat cukup besar menyambut hadirnya pasar pagi ini. Warga Dusun Jurang dan Desa Kemloko secara gotong royong membagi tugas jauh-jauh hari untuk meracik dan menyiapkan aneka jajanan tradisional. Adapun produk-produk yang dijajakan terbagi ke dalam beberapa kelompok lapak, mulai dari Dawis Mawar, Dawis Anggrek, Dawis Melati, Dawis Cempaka, Kelompok Tani, hingga perwakilan SMP Prapanca. Dalam keterangan, lapak-lapak tersebut menyajikan beragam pilihan kuliner tradisional khas, yakni hasil alam desa, hingga produk kreativitas hasil karya tani.
Rangkaian kegiatan diawali pukul 06.00 WIB dengan senam sehat bersama, lalu dilanjutkan tradisi nglarisi atau sarapan pagi pada pukul 07.00 WIB. Melalui tradisi ini, para tamu dan masyarakat diajak membeli serta menikmati sajian lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perputaran ekonomi warga. Setelah itu, kemeriahan berlanjut dengan pertunjukan musik tradisional Laras Madya serta pementasan seni rakyat seperti Bangilun, Warok, dan Topeng Ireng yang berlangsung hingga pukul siang hari.
Perwakilan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Filsafat UGM, Dr. Sartini, M.Hum., mengatakan peluncuran pasar ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang bersama yang memadukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian kesenian rakyat, pengembangan potensi desa, serta penguatan kebersamaan warga setempat.
Menurut Sartini, unsur kebudayaan menjadi salah satu pilar utama dalam kegiatan ini. Menurutnya, pasar bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, melainkan juga menjadi wadah perjumpaan sosial dan menjadi ruang untuk mengenal berbagai potensi di Desa Kemloko tersebut dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sekitar. “Semoga setelah resmi diluncurkan, keberlanjutan dan pengembangan Pasar Pagi Minggu Legi Ngangeni dapat terus dikelola serta dikembangkan secara mandiri oleh warga,” ujar Sartini, dalam keterangan yang dikirim Selasa (8/9).
Camat Kranggan, Marlini Tarigan, menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi yang dilakukan masyarakat Desa Kemloko. Ia menekankan bahwa pasar pagi tersebut penting sebagai ruang pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Tak lupa, ia juga mengajak dinas-dinas terkait untuk memberikan dukungan berkelanjutan agar Kecamatan Kranggan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kabupaten Temanggung.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Temanggung, Ponco Marbagyo, menyoroti pentingnya keberadaan pasar ini sebagai sarana promosi langsung bagi pelaku usaha. Ia mengajak warga untuk aktif memanfaatkan media sosial dan mengajak teman terdekat untuk meramaikan pada gelaran pasar berikutnya. “Melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan warga, Pasar Pagi Minggu Legi Ngangeni diharapkan dapat terus tumbuh secara konsisten sebagai pusat pergerakan ekonomi dan budaya desa,” tutupnya.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Sartini
