Sivitas akademika Universitas Gadjah Mada kembali berduka. Fakultas Ilmu Budaya UGM kehilangan salah satu guru besar terbaiknya, Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno, yang meninggal dunia pada Selasa (7/7) pukul 20.13 WIB di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM pada usia 85 tahun. Meninggalkan suami dan 2 orang anak. Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangkajen, Mergangsan, pada Rabu (8/7), setelah upacara penghormatan terakhir yang dilaksanakan di Balairung UGM pada hari yang sama.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan duka mendalam atas wafatnya eks Dekan Fakultas Sastra UGM periode 1997-2000 tersebut. Baginya, kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar FIB UGM karena selama ini almarhumah dikenal sebagai guru, mentor, sekaligus teladan yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan fakultas. “Beliau telah meletakkan fondasi akademik, budaya keilmuan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat, yang jejaknya masih kita rasakan dan terus kita rawat hingga hari ini,” ujarnya dalam upacara penghormatan terakhir Prof. Siti Chamamah di Balairung UGM.
Lebih lanjut, Setiadi mengatakan bahwa semasa hidupnya Prof. Siti Chamamah mendedikasikan diri untuk mengembangkan ilmu sastra dan kebudayaan serta melahirkan generasi akademisi yang cerdas dan berintegritas. Tak lupa, Ia juga menilai bahwa almarhumah merupakan sosok guru yang berwibawa, tetapi tetap rendah hati dan dekat dengan kolega, dosen, maupun mahasiswa. “Keteladanan beliau tidak hanya ditunjukkan di ruang kelas dan forum-forum ilmiah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan ini, insyaallah, akan senantiasa hidup dan menjadi warisan yang sangat berharga bagi kita semua,” harapnya.
Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., mengatakan bahwa kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar UGM karena sosoknya telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang filologi dan sastra. “Prof. Siti Chamamah dikenal sebagai seorang cendekiawan dan pakar di bidang filologi dan sastra. Beliau juga dikenal sebagai tokoh aktivis persyarikatan dan pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000-2010,” ujarnya.
Dedikasi almarhumah selama 46 tahun sebagai pendidik, lanjut Ova, telah melahirkan banyak karya serta memberikan teladan bagi seluruh sivitas akademika UGM. Di akhir, ia berharap seluruh amal ibadah, ilmu, dan pengabdian Prof. Siti Chamamah diterima sebagai amal jariah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. “Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah serta diterima segala amal ibadahnya. Semoga pula keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,” harap Ova.
Mewakili keluarga, putri almarhumah, dr. Nurul Chusna, M.P.H., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada beserta seluruh sivitas akademika yang telah memberikan penghormatan terakhir kepada ibundanya. Ia mengungkapkan bahwa selama lebih dari 46 tahun mengabdi di UGM, sang ibu memiliki kecintaan yang begitu besar terhadap almamaternya hingga akhir hayat. “Bahkan pada hari-hari terakhir ketika kondisi kesehatannya menurun, beliau masih sering menceritakan UGM dan Fakultas Ilmu Budaya. Hal itu menjadi bukti betapa besar cinta beliau kepada almamater yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya,” kenang Nurul.
Di akhir, Nurul juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila semasa hidup almarhumah memiliki kekhilafan maupun amanah yang belum sempat ditunaikan. Ia berharap segala ilmu, keteladanan, dan pengabdian yang telah diwariskan sang ibu dapat menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. “Apabila masih ada janji beliau yang belum tertunaikan ataupun amanah yang masih menjadi tanggung jawab beliau, kiranya berkenan menghubungi keluarga agar dapat kami tunaikan sehingga jalan ibu ringan ke surga,” tutupnya.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
