PT Schneider Indonesia memberikan hibah tiga unit panel listrik senilai Rp 778 juta kepada Universitas Gadjah Mada. Tiga unit panel listrik yang dihibahkan terdiri atas satu unit panel PIX12 2500A untuk Fakultas Teknik serta dua unit panel untuk Sekolah Vokasi, yakni panel PIX12 1250A dan panel SM6 DM2. Pemberian hibah ini menjadi bagian dari kerja sama antara PT Schneider Indonesia dan UGM dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan. Melalui dukungan tersebut, UGM diharapkan dapat mengoptimalkan sarana kelistrikan yang menunjang kegiatan pendidikan dan pengembangan riset di lingkungan kampus.
Schneider Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transformasi digital dalam pengelolaan energi dan otomasi. Perusahaan ini menghadirkan berbagai solusi teknologi untuk mendukung efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan sistem energi. Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui kerja sama dengan UGM, salah satunya melalui dukungan hibah yang diberikan untuk kebutuhan kampus.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, Ph.D, mengatakan hibah panel listrik yang diberikan Schneider Indonesia sejalan dengan kebutuhan pengembangan teknologi dan sarana kelistrikan di lingkungan perguruan tinggi. “Isu persoalan energi di Indonesia ini sedang umum terjadi sehingga kerja sama ini merupakan wujud dari upaya menjawab persoalan nyata tersebut,” katanya di Gedung Pusat UGM, Jumat (18/9).
Arief berharap hibah yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pengetahuan di Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi, seiring dengan berkembangnya tren keberlanjutan energi di Indonesia. Ia juga berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang.
Sementara itu, HR Business Partner Manager PT Schneider Indonesia, Juni Asmoro Wulandari, mengatakan bahwa pemberian hibah tersebut menjadi langkah awal dari kerja sama berkelanjutan antara PT Schneider Indonesia dan UGM. Kerja sama tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai program, termasuk pengembangan fasilitas dan program magang di bidang otomasi.
“Penyerahan hibah ini menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan. Mudah-mudahan dari awal kita memberikan hibah, kemudian ada program improvement maupun internship yang bisa berkelanjutan untuk otomasi di akademisi,” ujarnya.
Juni berharap pemanfaatan hibah tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan akademik, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. Menurutnya, kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi juga dapat membuka ruang bagi pengembangan solusi di bidang transformasi dan energi di Indonesia.
“Kita berharap hibah yang kita berikan pada hari ini bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi akademisi untuk mempersiapkan generasi muda yang bisa melanjutkan dan memberikan solusi terbaik bagi permasalahan bangsa ke depannya, terutama dalam bidang transformasi dan energi Indonesia,” katanya.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
