Universitas Gadjah Mada memberikan penghargaan kepada 21 pegawai yang telah memasuki masa purna tugas. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan ini menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian pegawai, baik dosen maupun tenaga kependidikan, selama menjalankan tugas di UGM.
Ketua Umum Korps Pegawai Universitas Gadjah Mada (Korpagama) Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D., IPU. menyampaikan bahwa kegiatan pemberian penghargaan pada pegawai purna tugas diselenggarakan setiap bulan dengan jumlah penerima yang berbeda-beda. Dalam satu bulan, penerima penghargaan dapat berkisar antara 15 hingga 35 orang yang berasal dari berbagai fakultas dan unit kerja. “Pemberian penghargaan ini diberikan kepada para pegawai UGM, baik tenaga kependidikan maupun dosen yang sudah masuki usia pensiun,” ujarnya, Selasa (1/9).
Pada kegiatan kali ini, penghargaan diberikan kepada 21 pegawai dari berbagai fakultas dan unit kerja. Salah satu penerima telah meninggal dunia sehingga penghargaan diberikan kepada pihak keluarga yang bersangkutan.
Rangkaian kegiatan berlangsung secara sederhana dan santai selama sekitar satu jam. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan, penyerahan penghargaan berupa sertifikat dan tali asih kepada para penerima, sambutan perwakilan penerima penghargaan, serta ditutup dengan foto bersama.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri bagi para penerima penghargaan. Beberapa pegawai mengaku tidak menyangka akan mendapatkan undangan dan penghargaan setelah memasuki masa purna tugas. Lebih dari sekadar seremoni, pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara UGM dengan para pegawai yang telah memasuki masa purna tugas.
Ia menyampaikan bahwa salah satu tujuan Korps Pegawai Gadjah Mada adalah turut mensejahterakan pegawai. Karena itu, meskipun telah menyelesaikan masa kerja di UGM, para purna tugas diharapkan tetap menjadi bagian dari keluarga besar UGM.“Meskipun setelah ini mereka tidak bekerja lagi di UGM, tetapi mereka dilepas secara resmi dan masih merupakan satu bagian dari UGM. Harapan kami, ikatan seperti ini masih bisa tersambung selamanya,” tuturnya.
Para purna tugas juga tetap memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Korps Pegawai Gadjah Mada. Beragam program yang tersedia mencakup bidang kesehatan, kepegawaian, kesenian, hingga olahraga. Di bidang kesehatan, misalnya, terdapat kegiatan penyuluhan dan konsultasi kesehatan yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan klinik yang memberikan layanan kesehatan selama 24 jam. Sementara dalam bidang kepegawaian, Korps Pegawai Gadjah Mada juga membuka ruang konsultasi bagi pegawai yang menghadapi persoalan kepegawaian. “Kita itu mitra sebenarnya, mitra dengan pimpinan UGM. Jadi bagaimana kita bisa menyelesaikan bersama permasalahan yang ada,” jelasnya.
Selain itu, berbagai komunitas olahraga juga aktif dibina, seperti sepak bola, bulu tangkis, bola voli, dan tenis. Korps Pegawai Gadjah Mada turut memberikan dukungan agar komunitas tersebut dapat terus menjalankan kegiatan.
Ia berharap para pegawai yang telah memasuki masa purna tugas dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Setelah selama bertahun-tahun mencurahkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk UGM, masa purna tugas diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi kepada lingkungan sekitar. “Selama bekerja, waktu, pikiran, dan tenaga tercurah untuk UGM. Setelah purna tugas, pengabdiannya kemudian lebih digeser kepada masyarakat sekitar,” katanya.
Dengan begitu, para purna tugas UGM diharapkan tetap dapat berkontribusi dan memberikan manfaat bagi banyak orang, sekaligus menjaga hubungan yang telah terbangun selama menjadi bagian dari keluarga besar UGM.
Penulis/Foto : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
