Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (JSAHVC), Tiongkok, dalam rangka penjajakan kerja sama pengembangan pendidikan tinggi dan industri peternakan di kawasan ASEAN. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang peternakan, kesehatan hewan, teknologi agroindustri, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus mengundang UGM bergabung dalam Project Construction Plan for the Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College–ASEAN College of Animal Husbandry Engineering Technology. Program ini dirancang sebagai platform pendidikan terpadu yang menghubungkan perguruan tinggi di negara-negara ASEAN dengan industri peternakan melalui pengembangan talenta, layanan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pertukaran budaya.
Melalui kerja sama dengan Indonesia Haida Agriculture Co., Ltd., JSAHVC berupaya membangun ekosistem pendidikan dan industri yang mampu menjawab kebutuhan pengembangan sektor peternakan di kawasan ASEAN. Program ini mengedepankan prinsip berbagi sumber daya, saling melengkapi keunggulan, dan pengembangan kolaboratif antar institusi pendidikan tinggi.
Wakil Presiden JSAHVC, Jundong Liu, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UGM kepada delegasi mereka. “Terima kasih atas jamuan yang luar biasa. Meskipun ini merupakan kunjungan pertama kami ke UGM, sambutan yang diberikan sungguh luar biasa,” ujarnya. Jundong menjelaskan bahwa JSAHVC telah berdiri sejak tahun 1958 dan memiliki fokus pengembangan pada sektor peternakan, kesehatan hewan, biomedis, serta farmasi veteriner. “JSAHVC memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan vokasional yang berfokus pada industri peternakan, kesehatan hewan, biomedis, dan farmasi hewan. Kami berharap dapat membangun kerja sama yang kuat dengan UGM dan perguruan tinggi lain di ASEAN untuk menciptakan platform pendidikan dan inovasi yang memberikan manfaat bersama,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko. Dalam kesempatan tersebut, Danang menyampaikan bahwa UGM memiliki perhatian besar terhadap pengembangan inovasi di bidang agroindustri, termasuk sektor peternakan. “Kami menyambut baik inisiatif kerja sama ini dan berharap dapat menjalin kolaborasi yang produktif dengan JSAHVC. Saat ini UGM memiliki fokus yang kuat pada pengembangan inovasi agroindustri, khususnya di bidang peternakan yang menjadi salah satu sektor strategis bagi ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurut Danang, UGM juga terus berupaya mengembangkan berbagai teknologi yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor peternakan nasional. “UGM saat ini berupaya memenuhi kebutuhan pengembangan peternakan secara mandiri. Ke depan, kami berharap berbagai teknologi peternakan, termasuk teknologi pengolahan dan pemotongan unggas, dapat dikembangkan bersama dan diintegrasikan dengan program pendidikan di Sekolah Vokasi,” katanya.
Selain pengembangan pendidikan dan teknologi, kerja sama yang dijajaki juga diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman industri melalui program magang. “Kami juga melihat peluang besar untuk melibatkan mitra industri seperti PT Haida dalam penguatan program magang mahasiswa sehingga mereka memperoleh pengalaman langsung di dunia industri internasional,” tambah Danang.
Melalui kolaborasi ini, kata Danang, UGM dan JSAHVC diharapkan dapat membangun sinergi yang memperkuat pengembangan pendidikan tinggi, riset terapan, inovasi teknologi peternakan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan ASEAN. “Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya UGM memperluas jejaring internasional sekaligus mendukung transformasi sektor peternakan yang lebih modern, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan,” pungkasnya.
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
