Universitas Gadjah Mada menampilkan tujuh inovasi unggulan dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 26–28 Oktober 2026. Inovasi di bidang energi, kesehatan, dan agroindustri tersebut diperkenalkan melalui sesi Project Showcase untuk membuka peluang kerja sama dengan investor dan pelaku industri. Partisipasi ini menjadi langkah untuk mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan industri serta memperluas peluang penerapan inovasi.
Pada sektor energi, UGM memperkenalkan BioCane Nexus, teknologi yang dikembangkan Dr. Lisendra Marbelia dari Fakultas Teknik untuk mengolah vinasse atau limbah cair industri bioetanol menjadi biogas melalui proses anaerobik termofilik. Pemanfaatan biogas berpotensi meningkatkan efisiensi energi pabrik sekaligus menggantikan sebagian penggunaan batu bara. “Pengolahan vinasse menjadi biogas membuka peluang pemanfaatan kembali limbah industri sebagai sumber energi. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung efisiensi proses produksi sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Lisendra, Selasa (3/11)
Inovasi energi lainnya adalah Fleximo, sepeda motor berbahan bakar fleksibel bensin–bioetanol yang dikembangkan Prof. Gesang Nugroho dari Fakultas Teknik. Teknologi ini dirancang untuk memperluas pilihan bahan bakar kendaraan dan mendukung diversifikasi energi transportasi. “Pengembangan kendaraan berbahan bakar fleksibel memberi ruang bagi pemanfaatan bioetanol dalam sektor transportasi. Dengan teknologi ini, penggunaan bensin dan bioetanol dapat diakomodasi dalam satu kendaraan,” tutur Gesang.
Di bidang kesehatan, UGM menampilkan tiga inovasi. Dr. Ronny Martien dari Fakultas Farmasi memperkenalkan teknologi formulasi eksosom untuk pengembangan terapi penyakit degeneratif, sedangkan Dr. Setyowati Triastuti Utami dari fakultas yang sama menghadirkan Bioshield-Kit untuk membantu mencegah dan mengendalikan risiko keracunan makanan, termasuk dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Inovasi ketiga berupa pengembangan sensor dan platform kecerdasan buatan (AI) untuk skrining tuberkulosis. Riset ini melibatkan Dr. Dian Kesumapramudya dan Dr. Antonia Morita Iswari Saktiawati dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), serta Yuliyan Dwi Prabowo dan Dr. Mardhani dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Pengembangan tersebut mengintegrasikan teknologi sensor dan AI untuk mendukung metode skrining tuberkulosis yang cepat dan terjangkau.
Pada sektor agroindustri, Prof. Mirwan Ushada dari Fakultas Teknologi Pertanian mengembangkan sistem berbasis AI generatif dengan metodologi Rekayasa Kansei untuk membantu industri kecil dan menengah merancang produk berdasarkan preferensi konsumen. Pendekatan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar dalam proses pengembangan produk. Sementara itu, Dr. Dimas Hand Vidya Paradhipta dari Fakultas Peternakan memperkenalkan pemanfaatan bungkil nyamplung sebagai bahan pakan ternak. “Pemanfaatan bungkil nyamplung membuka peluang penggunaan biomassa secara lebih terpadu, dengan menghubungkan pengembangan bahan baku energi dan kimia terbarukan dengan penyediaan pakan untuk produksi protein,” ujar Dimas.
Selain memamerkan inovasi, UGM bersama 32 perguruan tinggi lainnya dan BRIN menandatangani nota kesepahaman dengan Chief Technology Officer Danantara untuk memperkuat kolaborasi hilirisasi pada bidang-bidang prioritas. Kesepakatan ini menjadi landasan untuk mempertemukan kapasitas riset dengan kebutuhan teknologi, tantangan operasional, dan arah investasi industri. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan bersama, memperluas adopsi teknologi, serta mempercepat komersialisasi hasil penelitian.
Melalui partisipasi dalam DTIIF 2026, UGM mendorong pengembangan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pengguna dan industri. Proses hilirisasi memerlukan kesinambungan antara pengembangan teknologi, kesiapan penerapan, dan peluang pemanfaatan secara komersial. Kemitraan dengan investor, lembaga riset, dan pelaku industri diharapkan dapat membawa hasil penelitian lebih dekat pada penerapan nyata serta memperbesar kontribusi inovasi perguruan tinggi bagi industri nasional.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Dok. Direktorat Pengembangan Usaha
