Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol) UGM menyelenggarakan kegiatan Pembekalan sekaligus Pelepasan Fisipol Mengajar untuk daerah bencana di Sumatra. Kegiatan ini merupakan program relawan untuk rehabilitasi pendidikan di Aceh. Pembekalan dan pelepasan di hadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., dan Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., di Fisipol UGM, Senin (5/1).
Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi menjelaskan Program Fisipol Mengajar merupakan inisiatif Fisipol UGM untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pendidikan pascabencana di Aceh. Program ini didukung penuh oleh universitas dan dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Sukma sebagai mitra strategis. “Ada 12 relawan mahasiswa Fisipol UGM akan diberangkatkan dan ditempatkan di dua wilayah berbeda, yakni wilayah Bireuen dan Pidie Jaya. Keduabelas mahasiswa tersebut akan melakukan kegiatan relawan selama 30 hari, terhitung mulai dari tanggal 10 Januari hingga 8 Februari 2026”, ujarnya.
Wawan berharap kehadiran para relawan pendidikan ini dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat Aceh yang tengah berada dalam tahap pemulihan. Dalam pesannya saat pembekalan, ia menekankan pentingnya soal menghargai dan memahami budaya lokal sebagai fondasi utama dalam setiap bentuk kerja kemanusiaan dan pengabdian di lapangan.
Program Fisipol Mengajar ini mendapat respons yang sangat positif dari mahasiswa Fisipol UGM. Tercatat lebih dari 90 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut. Setelah melalui proses seleksi berjenjang di tingkat program studi dan fakultas, terpilih 12 mahasiswa yang dinilai siap untuk terjun langsung ke lapangan.
Rangkaian seleksi dan persiapan relawan terbilang singkat. Dimulai dari pendaftaran yang dibuka pada 31 Desember 2025–1 Januari 2026, seleksi di tingkat prodi pada 1–2 Januari 2026, pengumuman hasil seleksi dan pembekalan awal pada 3 Januari 2026, pembekalan dan pelepasan di tingkat fakultas pada 5 Januari 2026, keberangkatan relawan pada 6 Januari 2026, pelatihan relawan pada 7–9 Januari 2026, hingga penerjunan ke lokasi pada 10 Januari 2026.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM menyambut baik respon yang diberikan Fisipol UGM dalam berkontribusi
untuk pemulihan pendidikan. Program ini, menurutnya, menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Fisipol UGM untuk melakukan asesmen etnografis terhadap berbagai persoalan dan perubahan sosial di wilayah pascabencana. “Hasil asesmen tersebut tentunya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi fakultas dalam pengembangan riset ke depan, termasuk penguatan kegiatan akademik dan penelitian berbasis lapangan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, iapun berkesempatan memberikan semangat kepada para relawan untuk menjalani program dengan sepenuh hati, dan mempersiapkan diri secara matang. Tak lupa, ia berpesan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama bertugas, sehingga para relawan dapat menjalankan peran mereka dengan baik dan kembali dalam kondisi yang sehat dan baik.
Dalam kegiatan penguatan pembekalan disampaikan pula materi mengenai Teknik jotting sebagai bagian dari field note dalam kerja lapangan oleh Dr. Fina Itriyati. Ia menyampaikan Jotting merupakan teknik observasi dengan menggunakan catatan singkat atau quick notes yang bersifat intermediat, dan catatan ini berfungsi sebagai data primer yang bersifat spontan dan merekam kondisi pada saat kejadian, sehingga dinilai lebih akurat dan jujur dalam menangkap realitas lapangan. “Teknik ini tentu saja bisa menjadi bahan refleksi penting bagi relawan sepulang dari lokasi,” terangnya.
Penulis : Agung Nugroho
Foto : Dok. Fisipol UGM
