Akademisi Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui kontribusi keilmuannya dalam penyusunan penanganan perubahan iklim. Dosen dari Departemen Teknik KImia UGM, Dr. Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng.,M.S.,Ph.D., IPM, secara resmi ditunjuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) sebagai Lead Author atau penulis utama dalam penyusunan Laporan Metodologi tentang Teknologi Penghilangan Karbon Dioksida, Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon untuk Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional.
Dihubungi oleh wartawan, Senin (9/2), Hanifrahmawan mengungkapkan bahwa perannya tersebut merupakan sebuah amanah ilmiah yang memiliki tanggung jawab cukup besar, terutama dalam menangani perubahan iklim. Pasalnya, IPCC Methodology Report ini akan menjadi rujukan bagi banyak negara, sehingga metodologi yang disusun harus kuat secara ilmiah dan dapat diimplementasikan. “Penyusunan laporan metodologi tersebut dikelola oleh IPCC dan menjadi acuan bagi berbagai negara dalam penyusunan inventarisasi gas rumah kaca nasional,” katanya.
Menurutnya, laporan metodologi IPCC bersifat sangat teknis dan operasional bagi negara-negara yang turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut bahkan menjadi referensi bagi banyak negara. “Laporan metodologi digunakan sebagai referensi oleh berbagai negara untuk pelaporan inventarisasi gas rumah kaca, sehingga konsistensi dan kejelasan ilmiahnya sangat diperlukan,” ujarnya.
Dalam penyusunan laporan tersebut, Hanifrahmawan dipercaya untuk menangani topik “Soils-based Carbon Dioxide Removal (CDR)” pada sektor pertanian, kehutanan dan pemanfaatan lahan lainnya yang dinilai memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim terutama terkait inventarisasi, mitigasi, dan peningkatan serapan gas rumah kaca secara global. “Pendekatan Soils-based CDR ini sangat bergantung pada praktik pengelolaan lahan, pertanian, dan kehutanan yang berbeda-beda di tiap negara,” ungkapnya.
Diakui Hanifrahmawan, untuk menjadi lead author, ia harus mengikuti proses seleksi yang ketat oleh IPCC Task Force on National Greenhouse Gas Inventories (TFI). Proses seleksi mempertimbangkan berbagai aspek, seperti keahlian ilmiah, rekam jejak riset, serta keseimbangan geografis dan gender. Dari keseluruhan proses seleksi penyusunan laporan metodologi IPCC, hanya dua peneliti asal Indonesia yang berhasil terpilih sebagai Lead Author, salah satunya dirinya. Baginya, capaian ini menjadi sebuah pengakuan internasional terhadap kemampuan keilmuan akademisi Indonesia, khususnya dari UGM sekaligus memperkuat keterlibatan Indonesia dalam wacana ilmiah global terkait perubahan iklim berbasis sains.
Selain itu, capaian diraih oleh Hanifrahmawan turut memperkuat komitmen Universitas Gadjah Mada dalam diplomasi sains serta meningkatkan kontribusi akademisi Indonesia dalam perumusan kebijakan iklim global. Keterlibatan tersebut juga mendorong pengembangan kebijakan pertanian dan pengelolaan lahan berkelanjutan yang berbasis bukti ilmiah, baik melalui forum internasional maupun perumusan kebijakan nasional untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Penulis : Diyana Khairunnisa
Editor : Gusti Grehenson
