Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Selokan Mataram, Fakultas Teknik (FT), berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Geothermal Development Plan Competition (GDPC) pada 20-22 Februari lalu di Kampus ITB Bandung. Kompetisi berskala internasional ini merupakan bagian dari Integrated Petroleum Festival (IPFEST) ITB 2026, yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Para praktisi industri energi, seperti dari Chevron, INPEX Geothermal, PT Geo Dipa Energi, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, menjadi tim penilai pada babak final, sehingga kompetisi ini menjadi wadah uji gagasan yang dekat dengan ekosistem industri.
Tim Selokan Mataram terdiri dari tiga orang angkatan 2023, yakni Muhammad Nabil Hafiz (Teknik Mesin), Abdi Yuridan Arsya (Teknik Mesin), Jihan Fathin Salsabila (Teknik Geologi), serta satu orang dari angkatan 2024, Lailum Lutvi Sahrudin (Teknik Geologi). Tim mengusung karya tulis bertajuk “Feasibility Study: Patuha Geothermal Field Development” yang berfokus pada perencanaan strategis pengembangan Lapangan Panas Bumi Patuha dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan ekonomi. Kolaborasi antara teknik mesin dan geologi menjadi kekuatan utama dalam menyusun analisis yang lebih menyeluruh.
Jihan menjelaskan, proses pengerjaan proyek ini meminta mereka untuk memahami sistem panas bumi dengan komprehensif. Kompetisi ini tidak hanya menilai kemampuan analisis teknis, tetapi juga menyusun strategi pengembangan gagasan yang realistis. “Pengembangan panas bumi bukan hanya menghitung potensi energi, tetapi juga menemukan cara bagaimana mengelola risiko, sehingga ada strategi yang bisa diterapkan untuk kasus nyata,” ujarnya, Jumat (13/3).
Tim Selokan Mataram memulai analisis dengan pendekatan 3G, yakni mengintegrasikan data geologi, geofisika, dan geokimia. Hal ini berguna untuk membangun model konseptual penampungan gas sebagai dasar pemahaman sistem panas bumi. Konsep model ini menjadi landasan dalam proses penilaian sumber daya lebih lanjut. Tim meyakini, dengan pendekatan tersebut, setiap keputusan teknis yang diambil memiliki dasar ilmiah yang jelas dan terstruktur, sehingga hasil akhir proyek akan konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada tahap resource assessment, atau pengkajian sumber daya, tim menggunakan metode probabilistik melalui simulasi Monte Carlo untuk menghitung potensi sumber daya, sekaligus memetakan tingkat ketidakpastian data. Analisis ini digunakan untuk mengukur risiko dan potensi, sehingga hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk menentukan strategi pengembangan yang paling efisien. “Kita berupaya memastikan rancangan proyek yang tetap realistis, meskipun kondisi lapangan cenderung kompleks,” katanya.
Dalam strategi pengembangan proyek itu sendiri, tim mengusulkan pendekatan bertahap atau phased development untuk meminimalisasi risiko investasi. Pada tahap eksplorasi teknis, mereka merekomendasikan metode slim hole drilling. Untuk bagian teknologi pembangkit listrik, tim mengusulkan penggunaan sistem Dry Steam Condensing yang dinilai paling sesuai dengan karakteristik reservoir atau penampungan gas Patuha.
Selain mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomi, tim juga mempertimbangkan prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K4L). Setiap rancangan pengembangan ditinjau kembali untuk memastikan bahwa kegiatan eksplorasi dan produksi tetap memperhatikan perlindungan pekerja serta keberlanjutan lingkungan. Bagi tim, pengembangan energi terbarukan tidak hanya berbicara tentang produksi energi, tetapi juga tanggung jawab sosial dan ekologis. Pengalaman kompetisi ini, membawa pemahaman mahasiswa pada pentingnya praktik akademik dan industri dalam mendukung transisi energi di Indonesia.
Penulis : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim Selokan Mataram
