Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Taiwan pada tanggal 4–8 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjalin dan memperkuat kemitraan strategis dengan universitas dan lembaga terkemuka di Taiwan. Kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut atas undangan yang dikirimkan oleh Kementerian Pendidikan Taiwan, dengan dukungan dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (Taipei Economic and Trade Office/TETO).
Rektor UGM bersama jajaran pimpinan universitas dan Fakultas mengunjungi beberapa universitas terkemuka di Taiwan, termasuk Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung, Universitas Feng Chia, Universitas Tatung, Universitas Nasional Chung Hsing, Universitas Sains dan Teknologi Nasional Taiwan, Universitas Teknologi Ming Chi, Universitas Nasional Chengchi, dan Universitas Nasional Tsing Hua.
Melalui kunjungan ini, UGM menegaskan komitmen untuk memperluas keterlibatan dalam membangun reputasi global dan membangun kemitraan internasional yang berkelanjutan. “Penguatan kerja sama dengan berbagai universitas di Taiwan ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pertukaran akademik, kerja sama riset, dan inovasi yang akan berkontribusi pada kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia maupun di Taiwan,” ujar Ova Emilia dalam keterangan yang dikirim Minggu (17/5).
Dikatakan Ova, sebagian besar universitas yang dikunjungi telah menjalin kerja sama yang erat dengan UGM dan diakui secara internasional sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Taiwan. Berdasarkan QS World University Rankings 2026, National Tsing Hua University (peringkat 176) dan National Yang Ming Chiao Tung University (peringkat 199) masuk dalam jajaran universitas terbaik di Taiwan, khususnya pada bidang teknik dan ilmu komputer. Sementara itu, National Chengchi University (peringkat 604) dikenal akan keunggulannya dalam bidang ilmu sosial, bisnis, dan hubungan internasional, serta National Taiwan University of Science and Technology (peringkat 345) yang ternama atas keunggulannya dalam ilmu terapan dan kolaborasi industri.
Dalam pertemuan tersebut pula, perwakilan dari kedua belah pihak bertukar pikiran mengenai upaya penguatan internasionalisasi dan penciptaan kerja sama yang lebih berdampak yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, peneliti, maupun komunitas akademik di kedua negara. Diskusi ini juga menyoroti peran penting dari kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Taiwan yang terus berkembang, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, bisnis, serta bidang-bidang yang berkaitan dengan inovasi. “Kita berupaya memperkuat kemitraan yang telah ada, tetapi juga menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang, seperti mobilitas mahasiswa, riset bersama, pertukaran akademik, program gelar ganda (dual degree), kemitraan industri, dan inovasi teknologi,” jelasnya.
Direktur Direktorat Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM Prof. Puji Astuti menyatakan UGM telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan berbagai institusi di Taiwan sejak tahun 2006. Hingga saat ini, tercatat UGM telah berkolaborasi dengan 36 universitas, 7 perusahaan, 5 organisasi, dan 2 rumah sakit yang tersebar di seluruh Taiwan. Untuk semakin mempererat hubungan tersebut, UGM mendirikan Taiwan Center di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) pada tahun 2022. “Pusat ini berfungsi sebagai layanan dan pusat informasi bagi para mahasiswa yang tertarik untuk mencari peluang studi di Taiwan,” kata Puji.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. DKRG
