Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM berkolaborasi dengan Nanyang Technological University (NTU) menyelenggarakan “ASEAN Summer School” pada 13—17 Juli 2026 lalu. Didukung oleh Tanoto Foundation, DTMI x NTU ASEAN Summer School ini diikuti oleh mahasiswa dari negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Selain mahasiswa asing, terdapat juga mahasiswa dari UGM, ITB, dan UI yang mengikuti program ini.
Ketua DTMI UGM, Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengungkapkan program ASEAN Summer School ini sebagai sarana untuk membangun relasi antaruniversitas di negara-negara anggota ASEAN. ”Melalui kegiatan ini, semoga relasi yang kuat, baik riset maupun pendidikan, dapat terjalin dengan baik,” tuturnya dalam rilis yang dikirimkan pada Selasa (28/7).
Perwakilan dari NTU, Dr. Tan Pei Yen, menuturkan bahwa program ini dapat menjadi ruang untuk para peserta berdiskusi dan bertukar ide. ”Sebuah kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk dapat melihat langsung dinamika masyarakat dan berdiskusi untuk membentuk ide solusi,” tambahnya.
Mengawali kegiatan dengan mengikuti perkuliahan di Ruang Sidang A1 DTMI, para peserta memperoleh pemaparan mengenai transportasi listrik sebagai materi bertema Renewable Energy yang dibawakan oleh dosen Teknik Mesin UGM, Dr. Eng. Ir. Adhika Widyaparaga, ST, M. Biomed.E. dan dilanjutkan dengan pemaparan dasar dan pelatihan teknis mengenai rangkaian panel dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Irawan Eko Prabowo, S.T., M.Eng. dari Pusat Studi Energi (PSE) UGM. Dasar dan wawasan teknis PLTS nantinya akan membantu para peserta saat melakukan pemasangan panel PLTS di Kretek, Kabupaten Bantul.
Selain Renewable Energy, Smart City juga menjadi salah satu tema dari program ini, dengan pemaparan yang disampaikan oleh Zulfikar Dinar Wahidayat Putra, S.T., M.Sc., dari Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) UGM. Pemaparan ini berfokus pada konsep dasar dan penerapan dalam konteks Indonesia, terkhusus di Yogyakarta. Pemahaman peserta diperkuat dengan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna memberikan wawasan pengelolaan Smart City oleh pemerintah daerah.
Di luar kampus, peserta dibawa menuju Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Brama Muda di Ngaglik, Sleman, serta Jogja Life Cycle di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Mengangkat tema Circular Economy, melalui kunjungan ke TPS3R Brama Muda dan Jogja Life Cycle, peserta diajak untuk melihat secara langsung bagaimana sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga diolah dan dijadikan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan ekonomi warga.
Praktik penerapan Renewable Energy dilaksanakan di Kretek, Bantul melalui pemasangan panel PLTS di beberapa titik, yaitu gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), balai padukuhan, masjid, sistem pengairan untuk tanaman sayur warga, dan poskamling. Peserta diharapkan dapat memasang panel ke jaringan PLTS yang telah terlebih dahulu dipasang agar tiap kebutuhan warga akan listrik dapat dipenuhi melalui PLTS jalur off-grid tersebut. “Setelah menyelesaikan pemasangan, peserta diharuskan menuntaskan prosesnya dengan melakukan pengujian untuk memastikan fungsionalitas panel,” kata Muslim Mahardika.
Kunjungan terakhir dilaksanakan dalam bentuk River Trip Sungai Code, sebuah aktivitas yang mengenalkan mahasiswa pada komunitas masyarakat di bantaran Sungai Code. Dalam aktivitas River Trip tersebut, masyarakat memberikan wawasan tentang aktivitas yang dikerjakan dan program-program yang dimiliki, antara lain pengolahan sampah plastik, budidaya ikan lele, pengenalan kuliner lokal, materi tanggap bencana, serta pengenalan biodiversitas yang ada di lingkungan tersebut. “Hasil dari perkuliahan dan kegiatan luar kampus nantinya akan menjadi dasar informasi peserta dalam membuat poster mengenai ide-ide mereka dalam menuntaskan permasalahan yang mereka temui secara langsung,” katanya.
Dr. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng., selaku penanggung jawab acara pun berharap peserta memperoleh wawasan mengenai Yogyakarta secara luas dan mendalam. ”Ke depannya kami harap program ini akan terus berjalan dan bahkan lebih baik dan lebih banyak yang dapat kita lakukan,” pungkasnya.
Reportase : Gusti Purbo Darpitojati/Humas FT UGM
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. FT UGM
