Pengalaman menyelam langsung di bawah permukaan air membuka kesempatan untuk mengamati ekosistem secara lebih dekat. Selain menikmati keindahan di bawah laut, menyelam juga menumbuhkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. Pembina Selam Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., IPU., menilai aktivitas selam memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengenali kondisi ekosistem perairan yang menjadi bagian penting dalam kajian perikanan dan kelautan. “Kegiatan selam memberikan banyak manfaat dan peluang bagi mahasiswa perikanan dan kelautan karena mereka dapat memperoleh pengalaman langsung di bawah air sekaligus mengenali kondisi ekosistem perairan yang selama ini dipelajari,” ujarnya dalam Seminar yang bertajuk “Dive with Purpose: Menyelam untuk Riset, Konservasi dan Masa Depan Perikanan.” Kegiatan yang berlangsung Jumat (11/9) ini.

Ketua Selam Perikanan UGM, Lhasa Aginza, menyampaikan bahwa kegiatan selam juga menjadi sarana untuk membangun pengalaman dan kolaborasi antarmahasiswa. Perspektif tersebut sejalan dengan materi seminar yang menempatkan laut sebagai ruang kehidupan yang perlu dijaga bersama serta menjadi titik temu berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pengembangan bidang kelautan dan perikanan.
Hal senada juga disampaikan Ika Ristiyani Madyaningrum, S.Si., M.Sc. dari pegiat Sentra Selam Jogja. Menurutnya, pengalaman belajar di luar ruang perkuliahan dapat membantu mahasiswa memahami kondisi bawah air sekaligus membangun kesadaran mengenai konservasi dan keberlanjutan laut. Keterlibatan dalam organisasi, UKM, pelatihan, dan praktik juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan komunikasi, kerja sama, serta keterampilan teknis.
Keterampilan tersebut, menurut Ika, juga memiliki relevansi dengan pengembangan karier mahasiswa di masa mendatang. Pengalaman dan kemampuan selam dapat mendukung berbagai bidang seperti penelitian, konservasi, jasa kelautan, hingga wisata bahari. Kepemilikan lisensi selam dan sertifikasi kompetensi turut menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. “Keterampilan selam dan sertifikasi yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karier di berbagai bidang kelautan, sekaligus menunjukkan kesiapan mereka untuk terjun ke dunia kerja,” tutur Ika.
Seminar diikuti lebih dari 50 peserta yang terdiri atas dosen serta mahasiswa Program Studi S1 dan S2 dari berbagai angkatan. Kegiatan ditutup dengan open recruitment anggota baru Selam Perikanan UGM, membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan pengalaman di bidang selam serta perikanan dan kelautan. Melalui kegiatan tersebut, Selam Perikanan UGM diarahkan menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, penelitian, dan penumbuhan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem perairan.
Penulis: Triya Andriyani
