Universitas Gadjah Mada dan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL), Timor-Leste, memperkuat kemitraan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Senin (14/9), di Gedung Pusat UGM. Kesepakatan tersebut membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih konkret di bidang pendidikan, penelitian, mobilitas akademik, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Penandatanganan turut disaksikan delegasi kedua universitas serta empat mahasiswa asal Timor-Leste yang saat ini tengah menempuh pendidikan di UGM.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, mengatakan kedekatan Indonesia dan Timor-Leste memberi ruang yang luas bagi kedua universitas untuk mengembangkan kerja sama akademik. Di tahun 2025, UGM telah melakukan kunjungan ke Timor-Leste untuk memperkenalkan peluang studi di Indonesia dan menjaring calon mahasiswa. Sejumlah mahasiswa asal Timor-Leste juga telah melanjutkan pendidikan di UGM, sehingga kesepakatan dengan UNTL diharapkan dapat memperluas hubungan yang sudah terbangun tersebut. “Kami berharap akan ada lebih banyak mahasiswa dari Timor-Leste yang datang ke UGM dan semakin banyak kolaborasi yang dapat kita lakukan bersama,” kata Wening.

Harapan untuk membawa kerja sama tersebut ke tingkat yang lebih konkret juga disampaikan Rektor UNTL, Prof. Dr. Joviano António da Costa, M.Eng. Bagi UNTL, pengembangan sumber daya manusia masih menjadi salah satu kebutuhan utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Timor-Leste. Kesempatan bagi staf maupun mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan sekaligus membangun jejaring dengan perguruan tinggi mitra menjadi bagian penting dari proses tersebut. “Prioritas pertama bagi kami adalah mengembangkan sumber daya manusia, terutama staf pendidik, agar dapat memenuhi standar pendidikan yang terus kami bangun,” ujarnya.
Penguatan kapasitas itu sekaligus diharapkan menjadi pintu masuk bagi hubungan akademik yang lebih berkelanjutan. Joviano berharap pengalaman mahasiswa dan staf Timor-Leste yang belajar di Indonesia nantinya tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi berkembang menjadi jejaring yang dapat menghubungkan akademisi kedua negara. Melalui jejaring tersebut, UNTL ingin memperluas kolaborasi dengan UGM, termasuk dalam pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan Timor-Leste. “Melalui staf kami yang ada di sini dan ke depan, kami berharap dapat terus membangun kerja sama dengan mitra lain,” tuturnya.

Peluang tersebut disambut Direktur Penelitian UGM, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., dengan menawarkan ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan dari berbagai kesamaan dan kebutuhan kedua negara. Selain penelitian bersama, potensi kerja sama dapat diperluas pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat hingga pemanfaatan berbagai skema pendanaan riset di Indonesia. Kedekatan budaya Indonesia dan Timor-Leste juga dinilai dapat menjadi modal untuk melahirkan tema-tema penelitian yang relevan bagi masyarakat. “Saya kira kita memiliki banyak kesamaan budaya dan banyak peluang pendanaan di Indonesia yang bisa kita manfaatkan untuk membangun kolaborasi,” ungkap Mirwan.
Penandatanganan MoU ini menjadi pijakan bagi UGM dan UNTL untuk menerjemahkan kedekatan kedua institusi ke dalam program bersama yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika. Kerja sama yang mencakup pendidikan, penelitian, mobilitas, pengembangan kapasitas, serta bidang lain yang disepakati diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan kedua universitas, tetapi juga memperluas pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Timor-Leste.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Firsto
