Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM melakukan kegiatan Pelatihan Manajemen Kandang dan Kesehatan Ternak di Griya Peternakan Ainul Yakin, Dusun Karangtengah, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (10/10). Program pendampingan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan peternakan yang sehat dan berkelanjutan.
Ketua Departemen Fisiologi FKH UGM, Prof. Dr. drh. Sarmin, M.P., menjelaskan bahwa pengembangan peternakan terintegrasi di Ainul Yakin memiliki potensi besar karena didukung ketersediaan lahan yang luas serta kerja sama dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, peternakan terintegrasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi para santri Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). “Melalui kegiatan seperti memberi pakan, membersihkan kandang, merawat ternak, dan membantu pengelolaan lahan, para santri memperoleh kesempatan untuk melatih kepedulian dan kemampuan bekerja sama sesuai dengan potensi masing-masing,” jelas Sarmin dalam keterangan yang dikirim Senin (2/11).
Bagi Sarmin, pengembangan kewirausahaan menjadi bagian penting dari program tersebut. Melalui keterlibatan dalam kegiatan peternakan yang produktif, para santri ABK diharapkan dapat mengenal proses usaha, memahami pengelolaan kegiatan ekonomi sederhana, serta mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Selain pelatihan soal manajemen kandang, tim dari FKH UGM bekerja sama dengan UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wonosari juga melakukan sosialisasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kepala UPT Puskeswan Wonosari, Wiwit Astuti, menekankan pentingnya upaya pencegahan penyakit ternak dan pemeliharaan kesehatan hewan. Menurutnya, para peternak perlu memahami langkah-langkah pencegahan penyakit, melakukan pemantauan kondisi kesehatan ternak, serta memanfaatkan layanan kesehatan hewan sesuai kebutuhan. “Sinergi antara perguruan tinggi dan unit pelayanan kesehatan hewan diharapkan dapat memperluas akses informasi bagi masyarakat sekaligus mendukung praktik peternakan yang lebih baik,” harap Wiwit.
Selain menjadi lokasi kegiatan pelatihan bagi masyarakat, Griya Peternakan Ainul Yakin merupakan bagian dari upaya pemberdayaan santri di Pondok Pesantren Ainul Yakin, yaitu sebuah pesantren khusus anak berkebutuhan khusus (ABK). Melalui pengembangan sistem peternakan terintegrasi, kegiatan beternak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, terapi sosial dan perilaku, pengembangan keterampilan hidup, serta kewirausahaan bagi para santri.
Seperti diketahui, pelatihan Manajemen Kandang dan Kesehatan Ternak ini menghadirkan enam pemateri sri Departemen Fisiologi FKH UGM lainnya, yakni Prof., drh. Pudji Astuti. Selain itu, hadir pula Claude Mona Airin, M.P.; Dr. drh. Vincentia Trisna Yoelinda, M.Si. serta Wiwit Astuti, SKH., selaku Kepala UPT Poskeswan Wonosari dan Guru Besar UNY Prof. Ibnu Syamsi, M.Pd.
Pendampingan dari Departemen Fisiologi FKH UGM di Ainul Yakin telah berlangsung sejak 2020. Awalnya, program dibuka dengan pembinaan budidaya ayam Jawa Super, kambing, dan domba. Pada 2025, kegiatan dikembangkan melalui budidaya rumput sebagai sumber pakan ternak. Memasuki 2026, pendampingan difokuskan pada pengembangan budidaya sapi potong.
Melalui program pendampingan ini, Departemen Fisiologi FKH UGM bersama Griya Peternakan Ainul Yakin berkomitmen untuk terus mengembangkan peternakan terintegrasi yang tidak hanya menghasilkan ternak yang sehat dan produktif, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat serta membuka peluang kemandirian bagi para santri ABK.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim
