Sebanyak 520 atlet panahan yang tergabung dalam 97 klub dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia mengikuti Kejuaraan panahan tingkat nasional, UGM Open Archery Championship (UOAC) Series 3, pada 8–12 Juli 2026 lalu di Stadion Pancasila UGM. Keberhasilan menyelenggarakan kompetisi nasional ini mencerminkan kapasitas UKM Panahan UGM sebagai penyelenggara profesional sekaligus mempertegas posisi UGM sebagai pusat pembinaan olahraga panahan di tingkat nasional.
Koordinator Umum UOAC Series 3, Kevin Febriano, mengatakan kejuaraan kali ini mempertandingkan delapan kategori yang mencakup berbagai kelompok usia dan jenis busur. Diantaranya Nasional U13, Nasional U15, Nasional Umum, Recurve U15, Recurve Umum, Compound U15, Compound Umum, dan Barebow Umum. Selanjutnya, para peserta bertanding dalam formasi 45 regu dan 60 mixed team.
Ia menggambarkan bahwa pada setiap kategori, persaingannya cukup ketat dan kompetitif. Sebagaimana para atlet yang memberikan penampilan terbaik di hadapan para juri dan penonton selama lima hari. “Keberagaman format pertandingan ini menjadikan UOAC Series 3 sebagai ajang yang inklusif dan representatif bagi ekosistem panahan nasional,” kata kevion, Jumat (17/7).
Menurut Kevin, ajang ini lebih dari sekadar kompetisi karena menjadi ruang silaturahmi bagi insan panahan dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran 97 klub dari berbagai provinsi menjadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk mempererat hubungan sekaligus mendorong perkembangan panahan nasional. Ia menyampaikan bahwa UOAC diharapkan tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga wadah memperkuat persaudaraan, memperluas jejaring, serta berkontribusi dalam mencetak atlet-atlet berprestasi. “Harapan kami, UGM Open Archery Championship dapat terus berkembang dengan semangat yang lebih besar, penyelenggaraan yang lebih baik, dan prestasi yang semakin membanggakan. Sampai jumpa di UGM Open Archery Championship Series berikutnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengemukakan suksesnya penyelenggaraan UOAC Series 3 menjadi tonggak penting bagi UKM Panahan UGM dalam perjalanannya membangun ekosistem panahan yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan skala yang terus berkembang dari seri ke seri, UOAC membuktikan diri sebagai kejuaraan yang semakin dipercaya oleh komunitas panahan nasional sebagai ajang yang layak untuk diikuti. Ke depan, sebut Kevin, UKM Panahan UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan demi menghadirkan pengalaman kompetisi yang lebih baik bagi seluruh peserta. “UOAC Series berikutnya ditunggu dengan harapan yang lebih besar, membawa serta semangat, dan warisan positif yang telah dibangun bersama dalam perjalanan panjang kejuaraan ini,”pungkasnya.
Reportase : Naja Ganiswara dan Ahmad Yuana Putra/Ditmawa
Penulis : Hanifah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Tim UOAC Series 3
