Eziel Ivander David Simbolon, merupakan salah satu dari 1.762 lulusan program Sarjana dan Sarjana Terapan yang diwisuda Kamis (21/5) di Grha Sabha Pramana. Lulusan Sarjana Terapan dari Program Studi Pengelolaan hutan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada ini berhasil lulus menyandang gelar sarjana terapan di usia 21 tahun 2 bulan 12 hari. Padahal, rerata usia 118 lulusan program sarjana terapan periode ini adalah 23 tahun 6 bulan 16 hari.
Eziel mengaku bahwa berada di program studi pengelolaan hutan bukanlah pilihan pertamanya. Namun, seiring dengan perjalanan perkuliahan dan mendalami ilmu kehutanan membuatnya memiliki ketertarikan lebih dan menyadari bahwa prodi ini mempelajari banyak hal. Hal ini juga didukung dengan keluarganya yang memiliki perkebunan sawit di Riau membuatnya bertahan dan menekuni bidang ini. “Ilmu kehutanan itu tidak melulu soal kayu. Di sini kami belajar tentang konservasi, lingkungan, aspek sosial, hingga manajemen ekonomi,” ungkapnya, Selasa (9/6).
Pria asal Surakarta ini sebelumnya tidak memiliki ambisi besar untuk menjadi lulusan termuda. Ia mengatakan bahwa menjalani dunia pendidikan ini sesuai dengan timeline tanpa mengalami percepatan, tetapi memang masuk SD lebih awal dibandingkan usia teman-temannya.
Selain itu, keinginannya menjadi pengusaha di bidang kelapa sawit membuat Eziel merasa masih banyak yang harus dipelajari sebelum akhirnya membangun usaha sendiri. Menurutnya, ilmu yang dimilikinya saat ini masih kurang sehingga membuatnya bersemangat dalam menuntut ilmu lebih luas lagi. “Saya ingin menjadi pengusaha di bidang kelapa sawit. Untuk mewujudkan hal itu saya perlu bekal yang banyak sebelum akhirnya dapat melanjutkannya atau bahkan membuat usaha sendiri,” kata Eziel.
Sebagai penutup, Ia berpesan kepada teman-teman untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupannya. Tidak mudah menyerah dalam setiap permasalahan yang dihadapi dan selalu percaya pada proses yang sedang dijalaninya.
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Dok.Eziel
